Selasa, 20 Desember 2011

PERMATA YANG RETAK



Setelah beberapan saat menunggu.kini jingganya senja mulai tesapu kuas hitam pertanda malam semakin dekat menjelang.
Lelaki itu keluar memabawa permata yang dimilki pemuda tersebut.
Betapa terkejunya pemuda itu melihat permatanya.
“Maaf tuan saya memang tidak bisa mebuat permata ini kemabili seprti semula”.kata lelaki itu.
“Apa yang kau buat dengan permataku???apa ini permataku??”.sahut pemuada itu.
“Iya,tuan ini permata tuan.sanya memang tidak bisa membuat permata tua manjadi bentuk semula.tapi sya bisa membuatnya berbentuk seperti ini”.sahut lelaki itu.
Pemuda itu kegirangan melihat permatanya yang semula retak dan hanya berbentuk oval.kini permatanya tampak sangat indah berbentuk bunga mawar dengan kilauan yang berwarna warni.
Tidak tersa bulir-bulir air mata mengalir dipipi pemuda itu”kenpa aku tidak menyadari ternya semudah itu mebuat semua jadi baik,aku sia-siakan sepanjang hari ini hanya dengan hal yang tidak ada gunanya,sekarang senja sudah mulai menutup hari baru aku sadari semua”.rintih pemuda itu
Cerita diatas menggambarkan keadaan kita sekarang.permata ibaratkan hidup kita,disaat kehidupan kita punya masalah, kita sering mengeluh dan berharap waktu bisa terulang.Terkadang pandangan kita terhadap satu sisi kehiduan yang salah,membuat hati dan jiwa kita tertutup dari sisi kehidupan yang tepat.Sebenarnya kita memang tidak bisa menagembalikan kehidupan kita kemasa lalu,tetapi kita bisa membuat kehidupan kita lebih indah dari masa lalu.Seorang lelaki yang menemani  pemuada itu ibaratkan hati dan kemampuan kita, sering medengarkan pendapat orang terhadap diri kita,hingga membuat diri terpimpin  pendapat orang lain,padalah secara tidak sadar kita mempunayi hak dan kempuan sendiri.sering kita baru bisa manyadari kekeliruan itu diasaat penghujung waktu.Kita terlalu lalai dengan waktu yang panjang.Cobalah bersikap tenang dalam segala macam dinamika hidup,dengan begitu kita dapat malihat cahaya pembebasan didepannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar