Setelah
beberapan saat menunggu.kini jingganya senja mulai tesapu kuas hitam pertanda
malam semakin dekat menjelang.
Lelaki
itu keluar memabawa permata yang dimilki pemuda tersebut.
Betapa
terkejunya pemuda itu melihat permatanya.
“Maaf tuan saya memang
tidak bisa mebuat permata ini kemabili seprti semula”.kata
lelaki itu.
“Apa yang kau buat
dengan permataku???apa ini permataku??”.sahut pemuada itu.
“Iya,tuan ini permata
tuan.sanya memang tidak bisa membuat permata tua manjadi bentuk semula.tapi sya
bisa membuatnya berbentuk seperti ini”.sahut lelaki itu.
Pemuda
itu kegirangan melihat permatanya yang semula retak dan hanya berbentuk
oval.kini permatanya tampak sangat indah berbentuk bunga mawar dengan kilauan
yang berwarna warni.
Tidak
tersa bulir-bulir air mata mengalir dipipi pemuda itu”kenpa aku tidak menyadari ternya semudah itu mebuat semua jadi
baik,aku sia-siakan sepanjang hari ini hanya dengan hal yang tidak ada
gunanya,sekarang senja sudah mulai menutup hari baru aku sadari semua”.rintih
pemuda itu
Cerita
diatas menggambarkan keadaan kita sekarang.permata ibaratkan hidup kita,disaat
kehidupan kita punya masalah, kita sering mengeluh dan berharap waktu bisa
terulang.Terkadang pandangan kita terhadap satu sisi kehiduan yang
salah,membuat hati dan jiwa kita tertutup dari sisi kehidupan yang tepat.Sebenarnya
kita memang tidak bisa menagembalikan kehidupan kita kemasa lalu,tetapi kita
bisa membuat kehidupan kita lebih indah dari masa lalu.Seorang lelaki yang
menemani pemuada itu ibaratkan hati dan
kemampuan kita, sering medengarkan pendapat orang terhadap diri kita,hingga
membuat diri terpimpin pendapat orang
lain,padalah secara tidak sadar kita mempunayi hak dan kempuan sendiri.sering
kita baru bisa manyadari kekeliruan itu diasaat penghujung waktu.Kita terlalu
lalai dengan waktu yang panjang.Cobalah bersikap tenang dalam segala macam
dinamika hidup,dengan begitu kita dapat malihat cahaya pembebasan didepannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar