Rabu, 21 Desember 2011

Goresan Cinta untuk Sosok Ketulusan(ibu)


Hari ini terasa spesial bagiku.Angin yang dingin menyambutku dipagi ini...seperti biasa aku ambil leptop dan langsung terbang ke dunia maya.Namun ada hal yang membuat hatiku tereyah di beranda FBku..Tertulis kata sederhana,tapi kata itu begitu kuat menerpa hatiku..Aku terus-menerus  tatap lanyar laptopku dan semakin banyak kalimat indah yang terangkai dari kata itu.
kata itu adalah IBU.
Doa wanita itu lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki.
Ketika ditanya kepada Rasulullah SAW akan hal tersebut, jawab baginda ,
“Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”
Subuhanallah betapa istimewanya sosok ibu dalam hidup ini.Ingin rasanya aku lukis senyum ketulusan Ibu di atas awan sana,aku rangkai rasi bintang membentuk namanya.dan aku gapai butir-butir cahaya  mentari mewakili betapa terang kasih dan sayangnya.Ribuan lembar kertas belum cukup rasanya untuk menuangkan keistimewaan sosok ketulusan intu.Dia yang mengadungku lewat rahimnya.Ar-Rahim(Kasih sayang).
Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya,maka beristighfarlah para malaikat untuknya.
Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.
Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.

Ibu aku menrindukanmu.Jauh di relung hatiku tersirat kuat kata itu.Ditempat ini yang terlihat hanya aku dan bayanganku,namun aku sadar ditempat ini aku tidak sendiri karena ada Allah,malaikat,dan untaian doa ketulusan dari ibu.Sebagai seorang mahasiswa yang jauh merantau dari kampung halaman,yang pasti sering kerinduan kepada ibu, ayah, keluarga dan kampung halamam menyelinap kuat disetiap jengkal hatiku.Ketika rindu itu datang menyapaku tidak jarang bulir-bulir air mata mengalir deras di pipiku.IBU sosok itulah yang teramat aku rindukan.Dialah yang mengajarkan aku mengenal Allah,dialah yang mengajarkan aku untuk merasakan cinta dan kasih sayang.Dialah yang mengajarkan aku berbicara.Dialah yang menenangkan aku dikala tangis mengalun diwajahku,dialah yang nenopang aku saat aku tidak mampu berdiri.dan dialah segalanya bagiku..
Apabila semalaman seorang ibu tidak tidur dan memelihara anaknya
yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT.
Ibu malaikatku.Godaan kota besar terkadang menyeretku pada jurang yang siap membunuh hati dan jiwaku.Sering rasanya lidah ini berkata kasar pada sosok ketulusan itu,sering tingkah ini menggores luka yang teramat dalam di hati ketulusan itu.
Betapa meruginya raga ini yang menyadari jauh ditempat sana sosok ibu dan ayah sedang  berjuang gigih untuk kuliahku.Berusaha menahan lelah demi biaya kuliahku.Menahan ridu yang teramat dalam padaku.Bahkan setiap hari mereka selalu dibebani untaian pikiran tentang keadaan diriku disni.Tapi apa yang telah jiwa dan raga ini lakukan?.Jiwa dan raga ini berpoya-poya,bermalas-malasan,ketawa lepas dikota besar ini.apa raga diri ini sedang kehilangan hati?.
Ya Allah…Engkau pimilik hati dan raga ini.Jagalah hati dan raga ini Ya Allah agar tidak jatuh pada semur dosa yang menyesatkan.
Ya Allah hamba menyadari sesunggunya engkaulah yang sebenarnya raga dan hati ini rindukan.
Ya Allah…Engkaulah yang memghembuskan rasa cinta,kasih dan sayang pada orangtua.
Ya Allah......Limpahkanlah selalu kebahagiaan dan kebaikan dunia akherat pada kedua orang tua hamba.karena hanya doa yang bisa hati dan raga ini persembahkan pada mereka saat ini.
Ya Allah berilah kedua orang tua hamba Surga yang yang teramat indah..
                            SELAMAT HARI IBU…

Etika Tidur Dalam Islam


Rasulullah SAW telah mengajarkan kita banyak hal yang patut kita contoh dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika tidur dan bangun tidur.

Sebelum tidur disunnatkan berwudhu' terlebih dahulu. Saat di tempat tidur, disunnatkan pula mengibaskan sperei tiga kali sebelum berbaring, berdasarkan hadits Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah ra bersabda: "Apabila seorang dari kamu akan tidur pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengirapkan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya..." Sesaat sebelum memejamkan mata, ada baiknya kita muhasabah (berintrospeksi diri) atas apa yang telah dilakukan sejak pagi hingga menjelang tidur. Saat kita mengingat telah melakukan perbuatan yang baik, maka hendaknya memuji kepada Allah SWT dan jika sebaliknya maka hendaknya segera memohon ampunan-Nya, kembali dan bertobat kepada-Nya. Ambil posisi badan miring ke kanan saat tidur. Jangan lupa untuk nembaca ayat Kursi, dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah, Surah Al-Ikhlas dan Al-Mu`awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas), karena banyak hadits-hadits shahih yang menganjurkan hal tersebut. Selain itu membaca do`a-do`a dan dzikir yang keterangannya shahih dari Rasulullah SAW, seperti : Allaahumma qinii yauma tab'atsu 'ibaadaka"Ya Allah, peliharalah aku dari adzab-Mu pada hari Engkau membangkitkan kembali segenap hamba-hamba-Mu". Dibaca tiga kali.(HR. Abu Dawud dan di hasankan oleh Al Albani)

Membaca: Bismika Allahumma Amuutu Wa ahya " Dengan menyebut nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup." (HR. Al Bukhari). Apabila di saat tidur merasa kaget atau gelisah atau merasa ketakutan, maka disunnatkan (dianjurkan) berdo`a dengan do`a berikut ini : " A'uudzu bikalimaatillaahit taammati min ghadhabihi Wa syarri 'ibaadihi, wa min hamazaatisy syayaathiini wa an yahdhuruuna." Aku berlindung dengan Kalimatullah yang sempurna dari murka-Nya, kejahatan hamba-hamba-Nya, dari gangguan syetan dan kehadiran mereka kepadaku". (HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh Al Albani). Jangan pernah lupa menutup pintu, jendela dan memadamkan api dan lampu sebelum tidur. Dari Jabir ra diriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah  telah bersabda: "Padamkanlah lampu di malam hari apa bila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman". (Muttafaq'alaih).

Berikut adalah hal-hal makruh dalam tidur. Posisi tidur tengkurap adalah makruh. Seperti dikisahkan Abu Dzar ra. "Nabi Muhammad SAW pernah lewat melintasi aku, dikala itu aku sedang berbaring tengkurap. Maka Nabi membangunkanku dengan kakinya sambil bersabda :"Wahai Junaidab (panggilan Abu Dzar), sesungguhnya berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni neraka". (H.R. Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh Al-Albani). Makruh tidur di atas dak terbuka, karena di dalam hadits yang bersumber dari `Ali bin Syaiban disebutkan bahwasanya Nabi SAW telah bersabda: "Barangsiapa yang tidur malam di atas atap rumah yang tidak ada penutupnya, maka hilanglah jaminan darinya". (HR. Al-Bukhari di dalam al-Adab al-Mufrad, dan dinilai shahih oleh Al-Albani).