Untaian sejarah mahasiswa pada zamannya itu
memberikan indikasi bahwa mahasiswa mempunyai tanggung jawab yang lebih jika
dibandingkan dengan elemen masyarakat lain. Dan itu membutuhkan satu kesadaran.
Kesadaran yang tumbuh dari setiap mahasiswa bahwa ia tidak saja mesti
menyelesaikan tugas-tugas akademik di kampus, namun juga mesti mampu menyelesaikan
problem-problem sosial kemasyarakatan yang ternyata jauh lebih rumit ketimbang
belajar teorinya dan baca buku di dalam kelas. Keseimbangan dua aspek tadi
yakni teori dan praktik setidaknya akan membentuk pemahaman yang utuh. Teori
saja tanpa praktik adalah omong kosong, dan praktik tanpa teori dikhawatirkan
akan caos.
Jumat, 12 September 2014
GERAKAN MAHASISWA DALAM LENTERA MASA LALU(Bag.II)
GERAKAN MAHASISWA DALAM LENTERA MASA LALU (Bag.I)
Sebenarnya sebuah jargon yang cukup lucu ketika ungkapan seperti di atas keluar dari seseorang yang berstatus sebagai seorang pemikir yang semestinya menjadi sebuah contoh, bagi masyarakat tentang bagaimana seharusnya seseorang berpikir, pun tidak dipungkiri mahasiswa adalah seorang pembaharu yang membawa perubahan pada sebuah bangsa. Pada saat berjuang biasanya mahasiswa mengusung kata “idealisme” sebagai poros perjuangannya. Mahasiswa tidak mampu menjadi agen perubahan dengan hanya berbekalkan idealisme dan semangat semata-mata tanpa kesadaran serta usaha-usaha untuk menguasai ilmu dan kemahiran yang dapat direalisasikan dalam kehidupan bermasyarakat.
Langganan:
Komentar (Atom)