Pemuda adalah generasi baru yang sudah selayaknya,untuk menggantikan generasi tua yang merusak...
Hari ini akau liat orang2 disekelilingku yang sebagian besar adalah para pemuda lebih tepatnya mahsiswa.Tapi apakah sekarang kategori pemuda pengganti pembawa kemakmuran untuk Indonesia itu layaknya diembankan pada para mahasiswa yang pola pikirnya seperti ini,ya mahasiswa*Sebagian dari mereka akan meritih saat tertekan,tapi akan menindas saat berkuasa*.Pemainan2 kekuasaan sangatlah kental,sungguh gambaran yang eronis.Tapi disisi lain ada masiswa yaang benar-benar luar biasa dedikasinya,namun sayang ada saja kritikan pedas yg menyerangnya.Kritik Nato,manyalahkan dan KOMENTAR tidak lepas dari dalam diri pemuda dan masiswa,yaa sebenarnya kritik dan komentar tidak selalu salah dan tidak selalu tepat.Akan lebih baik bila kita sertai dengan tindakan yang nyata...
Yea..itulah gambaran keadaan kampus yang aku alami
sekarang.Terkadang aku merasa pemuda-pemudanya hanya bisa berkomentar
dan memandang suatu keadaan itu hanya dari satu sudut kehidupan, padahal
di dunia ini masih banyak sudut yang menunggu mata kita utuk
melihatnya.Kita jangan dulu bilang sebuah sungai itu dangkal dan tidak
ada buaya atau sebaliknya,jika kita hanya melihatnya dari kejauhan dan
di kegelapan malam.
Menurut saya jarak yang paling jauh itu bukan
dari kutub utara ke kutub selatan,Tapi dari telinga ke hati kita.Ruang
yang terluas itu bukanlah jagad raya,tapi dari mata ke pikiran kita.
Banyak
orang-orang yang berargumen dan beropini,tapi mereka tidak mengkaji
lebih dahulu apa yang mereka cetuskan.Hanya mengambil kesimpulan praktis
dan singkat lalu melemparnya ketempat hal yang menurutnya tidak
sesuai.padahal masih banyak sudut-sudut yang masih belum tertafsir oleh
kita.
Iya sederhanya saja,kebanyakan orang
koar-koar mengeritik ini tidak benar,ini tidak sesuai dan ini
salah,tapi hanya sedikit dari mereka yang mau bertindak untuk mengubah
ketidak sesuai itu.Yang ada malah mereka semakin menambah masalah.Teman
kampus aku bilang*Lebih baik terasing daripada bertahan dalam
kemunafikan*,Tapi bagiku *Lebih baik bertindak daripada harus membiarkan
kemunafikan itu terus menari-nari dalam pikiranku*.
Banyak
pemuda memilih Filsafah hidup bambu,yang hidupnya dinamis mengikuti
kemana arah angin berhembus.Bahkan angin terkadang mebuat batang-batang
bambu itu saling berbenturan hingga membuat batangnya retak.Tapi dalam
Prinsif hidup, saya lebih memilih utuk hidup seperti pohon beringin
,yang hidup kokoh siap untuk menentang arah angin.Saya tahu terkadang
kautnya angin akan mematahkan dahan-dahan saya,tapi saya yakin akan ada
tunas baru yang akan tumbuh mengantikan dahan yang patah tersebut.
Mungkin
ini terdengar aneh bagi anda.Dalam pikiran saya jika kita hanya diam
dan terus-menerus mengikuti keadaan yang berlarut-larut tanpa bertindak
untuk meperbaikinya.maka kita tidak akan pernah tahu,kesempatan terbaik
apa yang sedang menanti dan tersedia dari Tuhan untuk kita .Adakalanya
kedinamisan hidup terkadang mebuat kita semua terpenjara kuat dalam
sangkar skenario politik yang disutradarai oleh para pengusa-penguasa
zhalim.Jika kita tidak jeli dan hanya diam bagaimana bisa kita menemukan
kuci sangkar itu dan bagaimana bisa kita bisa terbang lepas menjadi
generasi emas untuk Agama,dunia,Negara.
Saya menemukan
subuah hadist yang sangat luar bisa menurut saya pribadi.
Dari
Nabi SAW, beliau bersabda: “Ada tujuh golongan yang bakal dinaungi
oleh Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan
kecuali naungan-Nya, Pemimpin yang adil, Pemuda yang tumbuh dengan
ibadah kepada Allah (selalu beribadah), Seseorang yang hatinya
bergantung kepada masjid (selalu melakukan shalat berjamaah di dalamnya),
Dua orang yang saling mengasihi di jalan Allah, keduanya berkumpul dan
berpisah karena Allah, Seseorang yang diajak perempuan berkedudukan dan
cantik (untuk bezina), tapi ia mengatakan: “Aku takut kepada Allah”,
Seseorang yang diberikan sedekah kemudian merahasiakannya sampai tangan
kirinya tidak tahu apa yang dikeluarkan tangan kanannya, dan Seseorang
yang berdzikir (mengingat) Allah dalam kesendirian, lalu meneteskan air
mata dari kedua matanya.” (HR Bukhari)
Hadits
ini cukup dan sangat jelas untuk kita mengerti. Bahwa ada 7 golongan
yang Allah SWT akan memberikan naungannya. Dalam golongan-golongan
tersebut ada satu yang membuat saya menulis kali ini. yaitu golongan “Pemuda
yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah)“.
Dari
sekian banyak golongan, dalam hadits tersebut Rasulullah menjadikan
pemuda sebagai salah satu golongan tersebut. Mengapa? inilah yang
membuat saya juga bertanya. Mungkin bisa kita refleksikan di zaman-zaman
sebelumnya. Bagaimana peran pemuda dalam zaman tersebut.
Di zaman
Rasulullah ada seorang pemuda yang menjadi panglima perang ditengah
sahabat-sahabat senior, beliau adalah Usamah bin Zaid. Peperangan yang
dipimpinnya memberikan kemenangan untuk umat muslim.
Lalu Imam
Syahid Hasan Al-Bana pun pernah mengatakan “Sejak dulu hingga sekarang,
pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda
adalah rahasia kekuatannya. Dalam setiap pemikiran, pemuda adalah
pengibar panji-panjinya”.
Bahkan Presiden pertama Indonesia
Soekarno sepaham dengan Imam Syahid Hasan Al-bana dengan mengatakan
“Berikan saya Sepuluh Orang Pemuda, maka akan saya gemparkan dunia”.
Sebegitu
hebatnya pemuda, hingga Rasulullah mengirimkan seorang Usamah bin zaid
dalam sebuah pertempuran. Lalu sangat yakinnya Hasan Al-Banna dan
Soekarno dengan para pemuda untuk menjadi perubahan.
Lalu
bagaimana kita sebagai pemuda saat ini? Saya mulai bertanya, pemuda
perubahan itu siapa? apakah pemuda yang selalu mefoya-foyakan hidupnya?
Apakah pemuda yang larut dalam pergaulan yang kebablasan? Apakah pemuda
yang mengagung-agungkan free sex? Apakah pemuda yang sakau dengan
narkotika dan obat-obatnya? Apakah pemuda yang senantiasa bermaksiat
kepada Allah?
Jawaban itupun ternyata terjawab sudah oleh hadits
Rasulullah yaitu “Pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah
(selalu beribadah)“.
Beberapa ulama menggolongkan peranan
pemuda Islam seperti di bawah ini :
1. Pemuda sebagai
Generasi Penerus
Dan orang-orang yang beriman, dan yang
anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak
cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun pahala
amal mereka. (QS. Ath-Thur : 21)
2. Pemuda sebagai
Generasi Pengganti
Hai orang-orang yang beriman, barang
siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan
mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun
mencintainya (QS. Al-Maidah : 54)
3. Pemuda Sebagai
Generasi Pembaharu (Reformer)
Ingatlah ketika ia
(Ibrahim-pen) berkata kepada bapaknya : �wahai bapakku, mengapa kamu
menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat
menolong sedikitpun (QS. Maryam : 42)
Perbedaan jarak dan
waktu bukan alasan bagi kita untuk menjadi generasi yang lemah. Contoh
saja Yahya Ayyash, Imad Aqil, Izzudin Al Qasam, dan pemuda-pemuda
Palestina lainnya, berkat ketangguhan, kesungguhan dan kedekatannya
dengan Allah menjadikan mereka seorang mujahid muda Begitu juga dengan
pemuda lainnya di berbagai tempat dan zaman.
Semoga kita
menjadi pemuda tersebut sehingga kita menjadi agen-agen perubahan yang
ke arah lebih baik untuk negeri dan umat ini. Amin. Wallahu a’lam.
Sahabat-sahabat
ku.Coba buka dua telapak tangan kita,liatlah disana ada emas dan
mutiara yang berbinar-binar yang sedang menunggu kita menebarnya kesemua
sudut dunia.Kita adalah generasi emas,kita adalah mutiara-mutira
harapan bagi agama,dunia,dan negara.Semangat kita,prestasi
kita,jadikanlah kita generasi yang mebanggakan.
Sahabat Dunia
tidak cukup hanya dengan komentar kita,tidak berimbas hanya dengan
tangis iba kita,tidak berarti besar bila hanya dengan Doa kita.Tapi
semua akan jadi mimpi yang sempurna bila dengan tindakan nyata kita
semua.
*Maaf ya bila tulisan ini mebuat ketidak nyamanan
hati pembaca,ini hanya sekedar tulisan motivasi buat teman-teman pembaca
saja.Silahkan mengikuti bila menurut pembaca benar,tapi silahkan beri
arahan bila ini menurut anda salah. U_U..HeHeHe