Selasa, 25 Februari 2014

SAJADAH DAN SHOLAT PERTAMAKU





Sungguh aku sangat bersyukur dari kecil aku sudah diajarkan ilmu-ilmu agama Islam Oleh kedua Orang tuaku.Walaupun aku lupa persisnya kapan Usiaku sudah mulai melaksanakan Sholat ,Yang pasti aku sudah dikenalkan dengan Sholat,Puasa,Zakat,Naik Haji itu lama sebelum aku masuk Sekolah dasar.
             Lingkungan masa kecilku juga memberikan pengaruh besar terhadap penanaman agama Islam padaku,Alhamdulillah aku terlahir di lingkungan orang-orang yang taat beribadah .Tinggal di kampung orang-orang yang  menjunjung tinggi Nilai-Nilai Islam.

              Dalam perjalanan hidup beragamaku,ada sepenggal Cerita tentang Sebuah sejadah yang sampai sekarang masih setia menemaniku.Sejadah yang terbuat dari kain berukuran 1 x 1/2 Meter,kain yang berbulu lembut berwarna Hijau dan Hitam bergambarkan Masjid dan dua Pohon kelapa yang tumbuh dihalamannya,sebuah bentuk sejadah yang standar bagi orang-Orang 8)
            Dibalik kesederhanaannya ,sejadah ini punya nilai sejarah yang besar bagiku.Abah memberikannya padaku  saat pertama aku belajar sholat diwaktu masih kecil,Aku tak tau persis kapan sejadah ini dibeli yang pasti seakan sejadah ini sudah lama ada jauh sebelum aku belajar sholat.

  • Sejadah ini selalu menemaniku saat akau pergi Masjid bersama teman-teman
  • Sajadah Ini menjadi saksi kecerian aku dan teman-teman bermain selepas Sholat magrib
  • Sajadah yang selalu menjadi mantel penghangat dileherku,saat dinginnya Udara Subuh diperjalananku menuju Mushola untuk sholat Subuh bersama teman-teman..
  • Sungguh sajadah ini sudah begitu lama setia menemaniku.Dari pertama aku belajar tentang sholat  sebagai kegiatan yang awalnya hanya sedikit yang ku tau maknanya,Sampai aku mendapat banyak  makna dan keutamaan sholat itu saat ini.
  • Sajadah ini sudah banyak menjadi alas sujudku,Tumpuan tubuhku..
  • Diatas sejadah ini tak terhitung sudah ada berapa banyak tetes air mataku yang jatuh diasaat aku bersimpuh kepada Allah SWT meminta segala hajat,doa,harapan,Mimpi agar dikabulkan-Nya..
  • Sajadah yang sering jadi saksi sujud syukurku pada Allah swt atas segala karunia yang telah Allah SWT limpahkan padaku.
  • Sajadahku,Sajadah yang sering menemaniku di sepertiga malam yang sepih.
  • Sajadah ini selalu tidak ketinggalan saat aku berpindah tempat tinggal.Dari awalnya masa kecilku di Bangkuang,Terus pindah ke Banjarmasin dimasa remaja,Dan sekarang tinggal di Banjarbaru sejadah ini selalu setia mengikutiku pergi...

Sajadahku.Terimakasih atas kesetianmu...Dimataku kamu masih sama seperti yang dulu,Masih terlihat baru,tidak kutemukan koyak di tubuhmu.Kamu masih sekuat dulu..Kamu masih setia menunggu sujud-sujudku.Biarpun aku punya banyak sejadah baru,Punya surban baru yang kubawa kemasjid-masjid dan keramain orang-orang yang beribadah,Namun kamulah yang terhitung paling sering menemaniku bersimpuh dihadapan Allah SWT....Tetaplah menjadi sejadahku,Tetaplah terjaga Iman dan Taqwaku....