Subuhanallah dengan nama Allah yang menciptakan...
Tertekun rasanya hati saat saya mendengar cerita ini.
Seorang wanita tua yang luar biasa,begitu mulia dan rendah hatinya.Sebagai seorang manusia
nenek ini menyadari betapa rendahnya dirinya dimata Allah,betapa terbatas amal ibadahnya.
Karena itulah nenek tua ini terus-menerus mencari syafaat untuk bekalnya di akherat kelak.
Siapa lagi yang bisa memberinya syafaat selain Nabi Muhammad SAW.?
Nabi Muhammad lah Syafaat seluruh alam.
“Ada seseorang yang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hari kiamat, “Kapankah kiamat datang?” Nabi pun shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?” Orang itu menjawab, “Wahai Rasulullah, aku belum mempersiapkan shalat dan puasa yang banyak, hanya saja aku mencintai Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Maka Rasulullah pun shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seseorang (di hari kiamat) akan bersama orang yang dicintainya, dan engkau akan bersama yang engkau cintai.” Anas pun berkata, “Kami tidak lebih bahagia daripada mendengarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Engkau akan bersama orang yang engkau cintai.’” Anas kembali berkata, “Aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar dan Umar, maka aku berharap akan bisa bersama mereka (di hari kiamat), dengan cintaku ini kepada mereka, meskipun aku sendiri belum (bisa) beramal sebanyak amalan mereka.” (HR. Al-Bukhari dalam Shahih-nya, lihat Fath al-Bari [X/557 no: 6171] dan at-Tirmidzi dalam Sunan-nya [2385])
Mungkin diantara pembaca sudah tidak asing lagi dengan cerita ini.Tapi tidak ada salahnya mari kta sama-sama ingat-ingat kembali cerita ini.semoga cerita ini bisa meningkatkan kcintan kita pada Nabi Muhmmad SAW dan keimanan kita kepada Allah SWT.Amien.
Kisah Nenek Pemungut Daun.
Dulu ada seorang nenek di Madura yang setiap harinya beliau berprofesi sebagai penjual bunga cempaka di pasar.Lepas fajar tersenyum menyapa bumi, beliau berjalan cukup jauh menuju pasar untuk menjajakan bunga cempaka.Selesai berjualan, beliau pergi ke masjid Agung di kota itu kemudian melaksanakan sholat dhuhur di sana. Setelah sholat, beliau keluar masjid namun tak lekas pulang. Tepat di depan masjid Nenek ini membukukan badan sambil tengan rentanya memunguti lembar demi lembar daun kering yang berserakan didepan masjid itu.padalahal ada sapu disana,tapi nenek tua ini lebih memilih mebersihkannya dengan tangannya sendiri.Matahari siang itu sangat terik menyapa,bulir-bulir peluh mulai bertamu ria di gurat raganya yan sudah tua.Tapi nenek itu terus saja bersemangat mebersihkan helai-demi helai dau kering dihalaman itu,hingga tidak ada satupun dau yang tersisa.Halaman masjid itu sangat bersih.
Banyaknya jemaah masjid yang merasa iba kepada Nenek tua itu. Para jemaahpun banyak yang mengadu dan protes kepada takmir masjid. Kenapa takmir masjid diam saja membiarkan seorang nenek renta memunguti daun satu per satu dengan tangan kosong?.
Hingga pada suatu hari takmir masjid memutuskan utuk membersihkan daun-daun kering itu sebelum nenek itu datang. Seperti hari-hari biasa nenek itu datang, beliau langsung masuk masjid dan sholat. Usai sholat seperti biasa beliau hendak memunguti daun-daun kering lagi. Tetapi betapa terkejutnya beliau saat mengetahui bahwa tak ada sehelai pun daun terserak. Beliau kembali masuk ke masjid dengan isak tangisnya dan mempertanyakan hal itu kepada takmir masjid. Takmir masjid mengatakan bahwa mereka merasa iba kepada nenek sehingga daun-daun itu dibersihkan oleh takmir. Sang nenek kemudian berkata, "Jika kalian merasa kasihan kepadaku, maka biarkanlah daun-daun kering itu berserakan, maka aku bisa memungutinya.(*kata nenek itu dengan raut yang sedih)
Singkat cerita, kemudian si nenek dibiarkan kembali memunguti daun-daun itu seperti biasa. Hingga suatu hari, ada seorang kiai yang menghampiri beliau dan bertanya mengapa nenek itu begitu berkeras untuk tetap memunguti daun-daun kering itu sendirian dengan tangan kosong. Kemudian si nenek mengatakan bahwa ia akan menjawab pertanyaan itu dengan dua syarat. Pertama, hanya Kiai itu yang boleh tau dan kedua adalah rahasia itu tdk boleh disebarkan selama ia masih hidup. Sang Kiai menyetujuinya.
Dan sekarang, nenek tua itu sudah meninggal, jadi kita boleh mendengar ceritanya. nenek tua itu berkata "Saya ini orang bodoh, Kiai, amal-amal saya kecil dan mungkin saya tdk selamat di akhirat nanti tanpa syafa'at Nabi Muhammad saw. Jadi, setiap kali saya memungut sebuah daun kering, saya ucapkan satu shalawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Nabi Muhammad menjemput saya dan tersenyum manis kepa saya . Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya mengucapkan shalawat kepadanya."
Subhanallah...Kisah hikmah ini mengingatkan kita kepada sebuah hadits.
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda,
"Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali."(HR Muslim)
Sahabat muslim yang super....
Betapa luar biasanya nenek ini.
lalu bagaimana dengan kita?.
sudah seberapa besar bukti cinta kita kepada Rasulullah SAW?
Dulu sebelum Nabi Muhammad SAW wafat,beliau bertanya pada malaikat jibril.
jibril tolong kau jelaskan padaku bagaimana keadaan umatku dimasa depan?(*tanya Rasullulah SAW dengan wajah yang sedih)
Jibril menjawab
Ya Muhammad,Allah akan mengharamkan surga sebelum seluruh umatmu memasukinya ya Muhammad
Dan sebelum tutup usia Nabi Muhammad terus menerus menyebut umatnya.Umatku.umatku.umatku.dan kemudian nabi muhammad pun dibawa jibril menuju surga.
Pada saat itu seluruh alampun berduka.Fatimah dan Para sahabat yang ada dirumah nabi waktu itu tidak tahan meredan tangisnya.Seorang cahaya alam pergi bertemu Allah SWT,meninggalkan dunia ini.
Sahabat muslim yang mulia.
Nabi Muhammad berkata kelak suatu hari akan ada pemuda-pemuada muslim yang mulai,yang akan menyerukan Islam,yang akan menjadi genrasi emas islam dunia.
Tertekun rasanya hati ini...
Kitakah umat yang dimaksud jibril?
Kitakah umat yang disebut Nabi Muhammad SWA itu?
Kitakah generasi -generasi Emas itu?
Maka tanya pada hati kita ini.Musahabahlah diri kita,agar kesucian hati dan raga ini tetap terjaga.