Selasa, 20 Desember 2011

PERMATA YANG RETAK

Suatau hari ada seorang pemuda yang mempunyai permata yang sangat indah,permata yang berbentuk oval dengan kilauan cahaya itu dirawat dan dijaga dengan baik oleh empunya. Suatu pagi  terdengar berita tentang seyembara keindahan permata dari kerajaan.Mendengar berita itu sipemuda kegirangan, dia yakin permata yang dia miliki akan memenangkan sayembara tersebut.Tapi sepertinya nasip pemuda di pagi itu sedang tidak baik,tanpa disengaja permata tersebut jatuh dari genggamannya,dan sunguh disayangkan lagi permata itu retak.melihat keadaan permatanya yang retak pemuda tersebut sangatlah panik.Segala macam rasa bertamu dihati pemuda tersebut.
Berbagai macam cara sudah dilakukan oleh pemuda itu untuk meneghilangkan retakan yang ada dipermata tersebut,tapi tidak  juga berhasil.Pemuda itu melekukan apa yang disarankan oleh orang-orang ,tapi tidak juga membuahkan hasil.
Datang seorang lelaki berpakai lusuh yang ternyata pembantu pemuda tersbut.
“Hai…tuanku bisakah saya mencoba,memerbaiki permata tuanku”.kata  lelakai tersebut.
“Apa??kamu mau memperbaiki permataku??...mereka yang hebat saja tidak bis apalagi kamu yang seperti itu”.sahut pemuda itu dengan kesal..
­­­­­­­­­­­­­-------------------------------------*******­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­-----------------------------------------
            Matahari semakin perkasa menenabarkan butiran cahayanya.Pemuda itu semakin panik dan gelisah dengan keadaan permatanya.Apalgi diasaat malam menjelang adalah waktunya sayembara.”Bagaimana ini,sudah berbagai cara aku lakukan tetapi tidak juga membuahkan hasil”.gerutu pemuda itu sambil bersendar disebuah pohon besar.
­­­­­­­­­­­­­­­­­
Nyanian angin semakin kuat menerpa,membuai lembut semua sendi-sendi kehidupan.pemuda itu semakin larut dalam lamunannya.
“Hai..pemuda kenapa kamu merenung??”Seorang wanita menegur pemuda itu dari belakang.
“permata saya retak.saya tidak tau apa yang harus saya lakukan agar permata itu bisa  kemabali seperti semula,apalgi mala mini saya mau mengikuti sayembara keindahan permata”.jawab pemuda tersebut dengan mata yang sayu.
“Sungguh disayangkan permata itu harus retak,kamu tidak akan menag sayembara kalau keadaan permata kamu seperti itu.saya tahu seseorang yang bisa menbantu  untuk membuat permata itu menjadi indah seperti semula”.Kata wanita itu dengan nada suara yang menyakinkan.
“Sipakah dia?diamana saya bisa mennemuinya??!!”.sahut pemuda itu dengan bersemangat.
“Coba kamu pergi kenegeri seberang.saat sampai disana kamu,berjalan kearah utara.tepat di ujung jalan ada tukang permata yang hebat”.Wanita itu meberi intruksi.
Pemuda itu bergegas ketempat yang dimaksud.Lalu menyerahkan permatanya yang retak kepada tukang permata itu,Setelah beberapa lama tukang permata itu keluar membawa permata yang dimiliki pemuda tersebut.Tetapi tukang permata itu tidak bisa mengehilangkan retakan dipermata itu.Pemuda itu sangat kecewa.
­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­________________________********______________________
Surya kini  semakin perkasa memancarkan cahayanya ditengah langit, pertanda pertengnhan hari sudah menjelang.pemuda itu nampak panik dan gelisah kembli.Sudah banyak ahli permata yang dikunjungi oleh pemuda itu,tetapi tidak ada satupun yang bisa membuat permata itu kembali seperti semula.
Hingga senja datang  menjelang membawa butir-buttir senja yang jingga.Pemuada itu sudah diujung kekecawaan,karena belum juga menemkan cara agar retakan permata  hilang.
“Tuan.kali ini tolong beri saya kesempatan”.lelaki yang setia menemani pemuda itu kembali menawarkan niat baiknya.
Tanpa bicara.pemuda itu langsung menyerahkan permatanya kepada lelaki itu.Sauasan ditemapat itu sangatlah hening,hanya suara desir pasir yang dibawa angin yang terdengar,semua ditempat itu Nampak terlihat jingga.pertanda sebentar lagi kegelapan akan datang.
“Tuan.sebelum saya meperbaiki permata ini.maukah tua mepercai kemampuan saya dan nyakin dengan apa yang saya lakukan dan permitaan saya apapun hasilnya nanti agar bisa diterima dengan bijaksana”.lelaki itu mengajukan pemintaan.
“Iya.saya setuju malam sudah akan menjelang tetapi saya tidak juga berhasil menghilangkan reakan permata itu,sekarang semua saya serahkan padamu”Pemuda itupun setuju.
_____________________************_____________________________
Setelah beberapan saat menunggu.kini jingganya senja mulai tesapu kuas hitam pertanda malam semakin dekat menjelang.
Lelaki itu keluar memabawa permata yang dimilki pemuda tersebut.
Betapa terkejunya pemuda itu melihat permatanya.
“Maaf tuan saya memang tidak bisa mebuat permata ini kemabili seprti semula”.kata lelaki itu.
“Apa yang kau buat dengan permataku???apa ini permataku??”.sahut pemuada itu.
“Iya,tuan ini permata tuan.sanya memang tidak bisa membuat permata tua manjadi bentuk semula.tapi sya bisa membuatnya berbentuk seperti ini”.sahut lelaki itu.
Pemuda itu kegirangan melihat permatanya yang semula retak dan hanya berbentuk oval.kini permatanya tampak sangat indah berbentuk bunga mawar dengan kilauan yang berwarna warni.
Tidak tersa bulir-bulir air mata mengalir dipipi pemuda itu”kenpa aku tidak menyadari ternya semudah itu mebuat semua jadi baik,aku sia-siakan sepanjang hari ini hanya dengan hal yang tidak ada gunanya,sekarang senja sudah mulai menutup hari baru aku sadari semua”.rintih pemuda itu
 
Cerita diatas menggambarkan keadaan kita sekarang.permata ibaratkan hidup kita,disaat kehidupan kita punya masalah, kita sering mengeluh dan berharap waktu bisa terulang.Terkadang pandangan kita terhadap satu sisi kehiduan yang salah,membuat hati dan jiwa kita tertutup dari sisi kehidupan yang tepat.Sebenarnya kita memang tidak bisa menagembalikan kehidupan kita kemasa lalu,tetapi kita bisa membuat kehidupan kita lebih indah dari masa lalu.Seorang lelaki yang menemani  pemuada itu ibaratkan hati dan kemampuan kita, sering medengarkan pendapat orang terhadap diri kita,hingga membuat diri terpimpin  pendapat orang lain,padalah secara tidak sadar kita mempunayi hak dan kempuan sendiri.sering kita baru bisa manyadari kekeliruan itu diasaat penghujung waktu.Kita terlalu lalai dengan waktu yang panjang.Cobalah bersikap tenang dalam segala macam dinamika hidup,dengan begitu kita dapat malihat cahaya pembebasan didepannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar