Selasa, 28 Oktober 2014

TENTANG BU SUSI (Pujiastuti) Menteri Kalautan dan Perikanan....

TRIBUNNEWS.COM -- Gayanya yang eksentrik, bicaranya ceplas-ceplos. Selain nada suaranya yang berat, layaknya kaum adam, tak jarang wanita ini juga menghisap sebatang rokok filter membuat kesan 'angker' dengan orang yang berhadapan di depannya.
Ditambah gambar tato di beberapa bagian tubuh serta kerut di wajah wanita ini mungkin bisa menggambarkan betapa keras jalur hidup yang ditempuhnya.
Menteri Kelautan dan Perikanan yang baru, Susi Pujiastuti (50) sebagai wanita bisnis memang merangkak dari bawah. Dilahirkan dari kalangan pedagang, Susi memulai karirnya sebagai pedagang ikan segar. Ia sukses di industri perikanan modern dan penerbangan carter beraset ratusan miliar rupiah.

Minggu, 26 Oktober 2014

ANTARA AKTIVIS KAMPUS DAN KADER MUDA PARTAI...


Malam ini saya tidak bisa tidur,masih terngiang di dalam benak saya tentang kondisi mahasiswa.Ada banyak sekali perubahan yang mencolok tentang arah peregerakan mahasiswa.Di tengah-tengah kesibukan skripsi saya yang begitu menyita waktu dan pikiran, saya masih suka digalaukan oleh kata aktivis yang notabene sudah lumayan lama saya tinggalkan, mengingat status mahasiswa tingkat akhir yang saya emban memfokuskan saya untuk penelitian.

          Pada musim kali ini beretepatan dengan hangatnya isu politik di tataran pemerintahan Indonesia,dari pemilu Legislatif sampai pemilu presiden.Pada Kurun waktu ini jelas,begitu banyak polemik yang terjadi di negeri ini.Banyak isu-isu dan pertempuran politik terjadi di atas rumput negeri ini..

              Pergulatan yang sangat besar, seperti halnya dua kubu yang sedang bertarung banyak senjata-senjata politik yang digunakan untuk mengalahkan lawan,termasuk meggunakan media,dan tak terkecuali peran mahasiswa..

   

Sabtu, 25 Oktober 2014

DIMANA FUNGSI KONTROL MAHASISWA DI ERA YANG BARU INI??!!!

Kondisi pemerintahan pasca reformasi belum juga memberikan perubahan yang signifikan kearah yang lebih baik. Kecenderungan untuk kembali merajalelanya pola-pola orde baru terlihat dengan jelas, salah satu indikasinya adalah semakin tingginya tingkat korupsi di negeri kita, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh PERC, yang diakibatkan lemahnya sistem hukum dinegara kita. Fungsi kontrol yang dijalankan oleh legislatif terkesan jauh dari hakekatnya sebagai pembawa aspirasi rakyat, justru yang lebih menonjol adalah pembawa aspirasi golongannya.

Kondisi legislatif teralienasi ini semakin diperparah dengan kurang responsifnya partai-partai politik terhadap isu-isu publik untuk pemberdayaan rakyat, pengentasan krisis, serta pencerdasan bangsa. Mereka lebih sibuk dengan isu-isu berdimensi aliran, uang serta pembagian kekuasaan. Kondisi yang akut ini menuntut gerakan mahasiswa untuk proaktif dalam mengkritisi kinerja pemerintahan yang kontraproduktif.