Selamat malam...
Lama rasanya sudah tidak memposting tulisan pada blog ini.
pada kesempatan kali ini saya mau bercerita tentang banyak kehidupan baru yang telah saya lewati dan tidak sempat saya tuliskan dalam blog ini.Di kesemapatan ini, saya mau meceritakan salah satunya.Iya, tentang sebuah kekosongan hati.
"pernahkah kalian merasa tidak ada sebuah cerita yang mengesankan, hanya ada sebuah relung yang sepih?"..
Saya sebut itu "HATI YANG KOSONG".
Selepas lulus kuliah dan mulai fokusbekerja, ada banyak hal baru yang saya alami, hampir di setiap waktunya saya mengumpulan ribuan pertanyaan yang selalu berulang-ulang walau dalam bentuk kata yang berbeda. Saya merenung "Allah swt sangat baik sekali kepada saya, saya diberikan kemudahan dalam mencari rezeki didunia ini, saya masih diberikan kekuatan untuk tetap terus bertahan dalam berjuang di dunia kerja.Dunia yang menuntut kita harus selalu "bekerja keras" waluapun dengan ribuan alasan yang sering kali melemahkan perjuangan itu"
Tapi, di dalam hati ini meraskan kekosongan, hanya ada tanya yang terus menggelayut.
"saya ini sebenarnya hidup untuk apa?",
"selepas ini mau kemana?",
"Allah membawa saya kearah mana?",
"apakah ini sebuah pelabuhan akhir saya dalam berperan?",
"adakah dikemudian hari rutinitas baru yang saya lakukan selain bekerja di tempat yang sekarang?"
dan pertanyaan - pertanyaan lain yang tidak pernah terhitung jumlahnya jika saya jabarkan dan semuanya itu punya muara akhir yang sama menunggu sebuah jawaban yang entah kenapa sampai sekarang belum saya temukan.
Hanya ada perasaan yang biasa.bahkan teramat sangat biasa, hanya soal rutinitas pekerjaan, rasa kecewa dengan keadaan, rasa bahagian saat mendapat sebuah keberhasilan, rasa rindu kepada orang - orang yang lama tidak berjumpa, hanya itu saja, dan sisanya hanya sebuah relung yang kosong.
Beginikah proses pencarian jati diri yang baru?yang hanya bisa menunggu masanya tiba.Ataukah kita hanya perlu memilih sebuah jalan yang kita yakini itu sebuah pilih terbaik dalam menata hidup kita di masa depan?.Tidak enak rasanya disaat hati hampa, semua terasa bagaikan relung yang tidak terwat sama sekali tidak ada sebuah perjuangan yang sesungguhnya ditemukan.Rasanya tidak mungkin jika kita hidup hanya dengan sebuah kekosongan hati.Rasa-rasanya itu teramat sia-sia.
Dalam sebuah renungan saya menemukan sesuatu, yang bisa jadi itu adalah pilihan atau malah itu sebuah kewajiban.Iya kewajiban yang selama ini hanya sekedarnya saya jalankan,kewajiban yang hanya saya lakukan disela-sela waktu kerja saya yang menyita waktu.Sebuah kewajiban untuk menjadi haba ALLAH SWT yang sebenar-benarnya hamba, yang berbuat dan melakukan sesuatu hanya kerena-NYA.Akan tetapi diri ini masih saja goyah dengan segala kehidupan dunia dan segala ribuan tuntutannya.Semoga kita semua bisa istiqomah dalam menghamba padaNYA dengan sebenar-benarnya menghamba,aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar