Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan.
(Surah Al Qomar ayat 1)
Banyak manusia yang tidak beriman,menjadikan ayat tersebut sebagai bahan ejekan.mereka mengatakan bahwa Al Quran “benar benar keterlaluan” karena mengatakan bahwa bulan telah terbelah.dan kemudian menyatu kembali.bagaimana mungkin hal itu dapat terjadi.secara sains,hal tersebut dianggap sebagai sesuatu yang tidak mungkin.
Dalam ayat tersebut dikatakan "Inshaqqo" yang berasal dari kata “Shaqqo”.yang berarti terbelah atau bisa juga membelah/membuka tanah untuk menanam.(lihat referensinya pada Surah Abasa ayat 26).
Ayat yang menyatakan bahwa bulan telah terbelah,adalah Surah Al Qomar (yang berarti bulan) ayat ke 1.Surah Al Qomar sendiri berada pada urutan ke 54 dalam Al Quran.dari ayat yang ke 2 hingga akhir ayat dalam Al Quran,ada 1390 ayat.
Marilah kita lihat kembali peristiwa pendaratan manusia di bulan yang terjadi pada tahun 1969 M.ada 1390 ayat dari ayat yang menyatakan peristiwa Inshaqqo atau terbelahnya bulan tersebut hingga akhir ayat dalam Al Quran.1390 apabila dikonversikan ke tahun Masehi adalah 1969.tepat dengan tahun pendaratan manusia di bulan.kemudian ketika berada di bulan,para astronaut membawa 21.7 kg batu batu dari bulan.hal ini juga sesuai dengan makna Shaqqo yang berarti membelah atau membuka tanah.dan peristiwa kepulangan para astronot dari bulan menuju bumi dengan membawa batuan bulan tersebut terjadi pada jam 1:54:1 (pm) EDT.hal ini sama dengan Surah Al Qomar yang berada pada urutan ke 54 dalam Al Quran dan ayat yang menyatakan peristiwa shaqqo tersebut adalah ayat yang ke 1.(54.1).
Jadi dalam ayat tersebut (menurut kami) seolah olah Al Quran ingin menyatakan bahwa manusia akan mendarat di bulan ,mengambil batuan bulan,pada tanggal dan jam yang angkanya telah diisyaratkan dalam ayat tersebut.
Makna lain dalam istilah Shaqqo tersebut adalah terbelah.artinya pengertian ini adalah bulan telah pernah terbelah pada suatu ketika (pada masa Nabi Muhammad saw) dan kemudian bersatu kembali.hal ini di sampaikan dalam beberapa keterangan dari sahabat sahabat Nabi yang kemudian tertulis dalam Hadist Bukhari.
Orang orang kafir Makkah meminta kepada Nabi untuk menunjukkan mukjizatnya sebagai tanda kenabian,maka kemudian terbelah lah bulan.sehingga setiap orang dapat melihat Gunung Hira ditengah tengah,sementara dua belahan bulan terlihat di kiri kanan (atasnya).
(Hadist riwayat Bukhari.)
Jadi pernyataan bahwa bulan telah terbelah,memang telah terjadi dimasa lalu.sesuai dengan Hadist tersebut.hal mana kejadian ini juga telah disaksikan oleh banyak sahabat Nabi yang menceritakannya dalam berbagai Hadist.
Peristiwa ini selain disaksikan oleh para sahabat Nabi,juga disaksikan oleh seorang Raja di Malabar,India.yang bernama Chakrawarti Farmas.yang kemudian peristiwa itu dicatat olehnya dan hingga kini catatan tersebut masih tersimpan di Indian office library di London.dengan nomor referensi 2807,152-173.
Ketika sekelompok pedagang Arab yang juga menyaksikan peristiwa itu di Makkah,singgah di India,mereka menceritakan peristiwa tersebut kepada Raja Chakrawarti Farmas.Raja sangat terkejut dengan peristiwa yang diceritakan oleh para pedagang yang dikatakan sebagai tanda datangnya seorang Rasul utusan Allah.karena dia juga menyaksikannya sendiri.Kemudian Raja Farmas setelah mewakilkan jabatannya kepada anaknya,berangkat ke Arab untuk menghadap Rasulullah.Raja ini bertemu dengan Rasullullah di Jeddah pada hari Kamis tanggal 27 Syawal.6 tahun sebelum Hijriah.dan kemudian menyatakan masuk Islam langsung di hadapan Nabi.kedatangan rombongan dari India ini juga dikabarkan dalam beberapa Hadist.
Raja India yang telah masuk Islam tersebut kemudian mengganti namanya menjadi Tajuddin.setelah tinggal di Arab selama beberapa tahun,dia kembali ke India,dan dalam perjalanan pulang itu dia meningggal dunia di Shahar Muqolla di Yaman.pada tanggal 1 Muharram tahun pertama hijriah.hingga hari ini makam Raja tersebut masih ada dan biasa dikunjungi peziarah dari India.
Terlepas dari polemik tentang peristiwa ini,baik dari kaum yang mempercayai dan kaum yang tidak mempercayai,sama sama tidak memiliki bukti kuat secara saintifik mengenai klaim siapa yang paling benar.(karena hingga hari ini belum ada misi NASA yang secara khusus datang ke bulan dan melakukan penelitian ilmiah disana,terkait dengan polemik tersebut.)
Yang tidak mempercayai peristiwa ini,tidak berhak mengejek kaum yang mempercayai.karena mereka (kaum yang tidak mempercayai) juga tidak memiliki bukti yang kuat secara ilmiah.kecuali sekedar kata tidak percaya.
Jadi,pembuktian apakah peristiwa tersebut terjadi atau tidak secara ilmiah,berada pada pundak kaum yang tidak mempercayai.buktikan bahwa klaim tersebut tidak benar.tapi sertakan bukti ilmiah yang akurat.
Bagaimanapun,sebagaimana janji Allah swt,bahwa kebenaran Al Quran akan terus diperlihatkan pada seluruh manusia.pada segala zaman.bukan hanya pada masa sekarang,namun juga di masa yang akan datang.sebagaimana pada ayat ayat lain yang kami tampilkan disini,semuanya terbukti kebenarannya tidak pada jaman Nabi Muhammad saw,tapi beberapa abad setelahnya,ketika umat manusia telah mencapai tehnologi yang memungkinkan untuk itu.hal yang sama akan terjadi pada ayat ini.Insya Allah.
Pertanyaannya adalah apa reaksi orang orang yang tidak percaya jika nanti ada penelitian di bulan yang menyatakan kebenaran peristiwa ini,apakah mereka akan bersikap sebagaimana yang diceritakan dalam ayat berikutnya dari Surah Al Qomar ayat 1 ini?
Dan jika mereka melihat suatu tanda (Mukjizat),mereka berpaling dan berkata,(ini adalah) Sihir yang terus menerus.
Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka,sedang tiap tiap urusan telah ada ketetapannya.
(Surah Al Qomar ayat 2 dan 3)
Pernyataan bahwa setiap urusan telah ada ketetapannya menjadikan satu harapan bahwa ayat ini akan terbukti kebenarannya di masa depan.inilah ungkapan yang senada dengan perkataan "bagi Allah lah urusan sebelum dan sesudahnya" sebagaimana tertulis dalam Surah Ar Ruum ayat 4 yang meramalkan kemenangan Byzantium,yang kemudian terbukti kebenarannya.
Kami akan perlihatkan kepada mereka
tanda tanda kekuasaan Kami,
pada horizon dan pada diri mereka sendiri,
sehingga jelaslah
bahwa Al Quran ini adalah benar.
dan apakah Tuhan mu tidak cukup (bagimu)
bahwa sesungguhnya
Dia Maha menyaksikan segala sesuatu.
(Al Fushilat ayat 53)
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar