Kamis, 22 Desember 2011

150 CARA BERBAKTI KEPADA IBU

1. Pilihlah hadiah yang cocok untuk setiap moment yang tepat, seperti di hari raya, pada saat pernikahan putra-putrinya, ketika pulang dari safar, ketika sembuh dari penyakit, dll.
2. Membuatkan rekening khusus di Bank atas nama ibu, kemudian anak-anak dapat bekerjasama untuk mentransfer uang ke rekening tersebut setiap bulan agar segala kebutuhan ibu dapat terpenuhi.
3. Memahami kondisi kehidupan ibu, kemudian memperlakukan ibu dengan perlakuan yang sesuai dengan kondisi saat itu.
4. Berhati-hati dalam memilih kalimat-kalimat yang akan dikatakan di hadapan ibu.

5. Berusahalah sekuat tenaga agar ibu menjadi orang terakhir yang anda berpamitan kepadanya jika akan bepergian. Jadikanlah ia orang terakhir yang anda lihat sebelum berangkat. Berpamitanlah kepadanya dengan langsung berhadapan muka.
6. Pastikan bahwa ia adalah orang pertama yang anda datangi jika pulang dari bepergian. Ucapkan salam kepadanya, duduklah bersamanya, dan hiburlah ia. Sebelumnya, beritahukan rencana kepulangan dan kedatangan anda, sehingga ia tidak kaget. Dan jangan menunda-nunda untuk menemuinya, atau anda beranggapan bahwa waktunya belum tepat untuk mengunjunginya.
7. Selama dalam perjalanan, berusahalah untuk selalu berkomunikasi dengannya setiap hari, sekalipun hanya sesaat dalam waktu singkat.
8. Berusaha keraslah untuk menjumpainya setiap hari jika anda satu kota dengannya, Janganlah kesibukan dunia menjauhkan anda darinya, dan dari beramah tamah dengannya.
9. Jika ibu tidak satu kota dengan anda, maka hendaklah anda selalu berkomunikasi dengannya setiap hari.
10. Hendaknya anda mendekatkan diri dan berkasih sayang dengan siapa pun yang ia cintai.
11. Kecuplah keningnya atau tangannya atau kakinya ketika berjumpa dengannya.
12. Ajarilah anak-anak anda tentang tingginya kedudukan ibu anda (yakni nenek mereka). Ajarkanlah itu dengan perkataan dan perbuatan anda.
13. Berusaha keras untuk memenuhi tuntutannya, dan berusaha keras untuk memenuhi keinginan-keinginan tepat pada waktunya.
14. Janganlah anda berjanji kepadanya kemudian tidak menepatinya.
15. Sandarkanlah segala kesuksesan dalam hidup anda kepada Allah, kemudian katakanlah bahwa hal itu berkat didikan dari ibu anda.
16. Janganlah anda membantahnya, sekalipun anda benar. Akan tetapi gunakanlah cara yang ringan untuk mengemukakan pendapat anda, itupun jika dalam hal itu terkandung suatu manfaat.
17. Jangan menyepelekan pendapatnya di hadapan orang lain atau di hadapan saudara-saudara anda.
18. Janganlah ketidaktahuannya terhadap sebagian urusan kehidupan menyebabkan anda kurang menghargainya atau meremehkannya.
19. Janganlah anda tertawa terbahak-bahak di hadapannya, atau mengeraskan suara di sisinya, atau memandang dengan pandangan yang tajam di hadapannya, atau dengan pandangan kebencian, atau dengan bermuka masam di depannya.
20. Pastikan bahwa ibu menjadi orang pertama yang mendengar setiap berita gembira dalam hidup anda.
21. Jaga dan peliharalah kesehatannya.
22. Buatlah jadwal bulanan untuk medical check up lengkap, untuk memastikan kesehatannya yang membuatnya tenang.
23. Penuhilah kebutuhan-kebutuhannya sesuai dengan tingkat usianya.
24. Ketika ia sakit dan ia merasa kesakitan, maka rasakan pula kesakitannya oleh anda. Jika ia kembali sehat, maka tampakkan kegembiraan anda. Lakukanlah ruqyah terus-menerus oleh anda.
25. Tenangkanlah ia ketika sakit. Katakan bahwa ia akan sehat seperti sedia kala, Insya Allah. Dan jangan beritahukan tentang dampak buruk apa pun dari penyakitnya.
26. Datangkanlah dokter-dokter spesialis ke tempat tinggalnya.
27. Tolonglah ibu  dalam bersilaturrahim kepada kaum kerabatnya. Bawalah ia untuk mengunjungi sahabat-sahabatnya serta sanak saudaranya yang dekat di hatinya.
28. Sediakan kotak khusus untuk ibu, yang selalu diisi dengan berbagai macam biscuit, makanan yang manis-manis, mainan-mainan, dan hadiah-hadiah kecil. Tujuannya agar ibu dapat memberikannya kepada cucu-cucunya ketika mereka mengunjunginya.
29. Ketika ibu mengadakan safar atau bepergian jauh, maka usahakanlah untuk selalu menghubunginya.
30. Janganlah anda mengungkapkan kesedihan yang memilukan kepadanya. Jangan pula mengeluhkan rasa sakit kepadanya, karena akan membuat ia sedih.
31. Janganlah anda membicarakan kesulitan rumah tangga dihadapannya, karena urusan itu akan membuatnya sedih.
32. Janganlah anda sering memuji isteri anda sendiri di hadapannya.
33. Demikian pula, janganlah anda ceritakan setiap hubungan anda dengan ibu anda kepada isteri anda. Pereratlah hubungan diantara isteri dan ibu.
34. Jauhilah dari menghakimi permasalahan rumah tangga yang timbul antara ibu dan ayah.
35. Jangan mengkritik pakaiannya, penampilannya, pilihannya, suasana hatinya, atau gaya bicaranya, atau cara menangani sesuatu. Carilah jalan untuk mengingatkannya dengan cara yang tidak melukai sehingga hatinya sakit.
36. Jalinlah hubungan anda bersama saudara-saudara anda dengan kuat, meskipun diantara anda dan saudara anda terdapat masalah, namun jangan anda menampakkannya di hadapan ibu.
37. Bagaimanapun keadaan rumah tangga kedua orangtua anda, maka janganlah anda mendukung ayah anda untuk menikah lagi. Jika anda terpaksa melakukannya untuk mendukung ayah anda menikah lagi,  maka jangan sampai ibu anda mengetahuinya.
38. Ajarilah ibu perkara-perkara agama dengan bijaksana dan nasehat yang baik.
39. Janganlah anda menghalanginya untuk menghadiri majelis-majelis ilmu.
40. Bersemangatlah beramal ketika ibu sedang menunaikan ketaatan atau beribadah, seperti ketika sedang pergi haji.
41. Ajukanlah permohonan maafmu untuk saudara-saudaramu yang melakukan kesalahan.
42. Janganlah anda membesar-besarkan kesalahan orang lain di hadapan ibu.
43. Janganlah anda membuatnya terkejut dengan kabar berita yang menyedihkan atau bencana yang tiba-tiba, tanpa membuat ibu anda siap untuk mendengarnya.
44. Wanita, tanpa memandang usia, dia akan merindukan kata-kata yang emosional dan romantis. Maka jangan halangi mereka dari mendengar kata-kata puitis yang segar dari suara anda yang manis.
45. Jangan anda katakan bahwa ia telah tua, dan jangan anda katakan bahwa ia kini tidak mampu melaksanakan tugas-tugasnya, akan tetapi berilah semangat kepadanya.
46. Janganlah anda mencegah ibu dari menggunakan apa pun yang disukai wanita.
47. Jika ayah memiliki isteri-isteri yang lain selain ibu, maka janganlah anda memuji mereka di hadapan ibu, dan janganlah anda cenderung membela mereka dan mengorbankan ibu.
48. Janganlah anda banyak memuji hasil didikan orang lain di depan ibu anda. jangan pula berangan-angan ingin menjadi seperti mereka, atau ingin mencapai derajat seperti mereka.
49. Ketika ibu berbicara, pasanglah pendengaran anda, juga penglihatan dan hati anda.
50. Datangilah ibu anda selalu dengan senyum.
51. Ceritakanlah kejadian-kejadian dunia di sekitarnya.
52. Pujilah didikannya selamanya, berterima kasihlah atas segala pemberiannya, dan perbanyaklah menyebutkan jasa-jasanya disertai ucapan terima kasih.
53. Sampaikanlah bahwa obsesi terbesar dalam hidup anda adalah agar ibu anda hidup bahagia.
54. Berbuat baik kepada ayah dari ibu jika masih hidup.
55. Wakaflah atas nama ibu untuk menambah kebaikannya.
56. Ketika ibu menyebutkan kepada anda sebagian dari angan-angannya, atau sesuatu yang berkaitan dengannya, maka janganlah anda menunggu beliau memintanya kepada anda. Akan tetapi bersegeralah anda untuk memenuhi dan mewujudkan angan-angannya itu sesuai dengan kemampuan anda.
57. Dahulukanlah ibu anda di atas seluruh kesibukan anda.
58. Hormatilah ibu di rumah anda. Mintalah ia untuk berkunjung ke rumah anda kapan saja. Bujuk ia untuk bermalam di rumah anda.
59. Bawalah ia bertamasya bersama-sama dengan anda dan anak-anak anda, atau dengan saudara-saudara anda.
60. Di waktu yang lain, sekali-sekali ajaklah ibu untuk bersama-sama dengan anda menikmati salah satu makanan kesukaannya di restoran cukup baik.
61. Kunjungilah toko-toko atau tempat belanja bersamanya, untuk mewujudkan keinginan-keinginannya.
62. Berikanlah hadiah yang cocok untuk kaum pria, yang sekiranya dapat ibu berikan kepada ayah anda.
63. Memuji ayah anda dan memperlakukannya dengan baik di hadapan ibu.
64. Memuji apa yang ibu lakukan.
65. (Jika anda wanita), maka anak-anak wanita pada umumnya lebih dekat kepada ibu daripada anak-anak laki-laki. Maka dari itu, jagalah rahasia ibu, dan biarkan ibu mengetahui rahasia-rahasia anda.
66. Anak laki-laki akan dibutuhkan oleh ibu dalam menghadapi ujian-ujian hidup dan kesulitan-kesulitan. Oleh karena itu hendaklah mereka menjadi sandaran yang dapat melindunginya dalam menghadapi kesusahan dan penderitaannya.
67. Kelembutan anda terhadap saudara-saudara perempuan anda, keramahan anda kepada mereka, dan perilaku anda yang baik ketika berurusan dengan mereka, serta memberikan hadiah di setiap periode bagi mereka, semua itu akan memperkokoh kebahagiaan ibu.
68. Janganlah anda malu dengan tindakan apa pun yang dilakukan oleh ibu yang sesuai dengan usianya, namun tidak cocok dengan dunia di sekitarnya. Justeru berbanggalah dengannya.
69. Ajarkan kepada anak-anak anda untuk bersikap lemah lembut terhadap ibu.
70. Peganglah tangannya di masa tuanya, sodorkanlah sepatunya, tuntunlah ketika ia berjalan.
71. Sediakan hadiah atau penghargaan bagi anak-anak anda yang memperlakukan ibu dengan baik.
72. Seorang ibu akan mementingkan untuk tinggal di rumahnya. Oleh karena itu, bantulah ia untuk membuat rumahnya nyaman dengan suasana yang terbaik.
73. Sediakan tempat khusus di kamar tidur ibu.
74. Berbuat baiklah kepada kaum kerabat ibu, dan bantulah ibu untuk berbuat baik kepada mereka.
75. Jika ibu anda memiliki hobi tertentu, cobalah luangkan waktu anda bersamanya.
76. Dalam bidang apa pun hobi anda, persembahkanlah untuk ibu satu karya dari anda sendiri.
77. Dalam beberapa komunitas masyarakat, seorang ibu akan senang apabila namanya digunakan untuk menamai cucu-cucunya.
78. Ketika menaiki kendaraan, dahulukanlah ibu anda sebelum anda dan orang-orang selainnya.
79. Ketika berbicara dengannya, janganlah anda menggunakan kata-kata yang keras, kasar, atau berat (sulit dipahami).
80. Adakanlah ajang lomba untuk anak-anak anda yang masih kecil demi mendapatkan hadiah yang terbaik. Lalu hadiah itu diserahkan kepada ibu. Hal itu akan melatih mereka untuk memuliakan kedudukan ibu di mata mereka.
81. Pilihlah waktu-waktu mustajab untuk berdoa, dengan doa yang dikhususkan untuk ibu.
82. Perlihatkanlah kesan-kesan dan kekaguman teman-teman anda terhadap semua yang diberikan oleh ibu kepada anda.
83. Anda harus meluangkan waktu khusus untuk duduk bersamanya sepenuhnya.
84. Kepada para gadis, hendaklah mereka mempersilahkan ibunya untuk berkomunikasi dengan teman-teman mereka.
85. Banggakanlah ibu di setiap tempat dan kesempatan.
86. Perdengarkanlah kepadanya kisah-kisah tentang berbuat baik kepada orangtua.
87. Mintalah ibu untuk mendoakan anda, semoga Allah memberikan rizki berupa dapat berbuat baik kepadanya.
88. Mintalah selalu keridhaan ibu terhadap anda.
89. Berlombalah anda dengan semua orang untuk berbuat baik kepadanya. Jadikanlah selalu diri anda sebagai pemenang perlombaan itu.
90. Janganlah anda menaikkan suara di sisinya. Merendahlah di hadapannya.
91. Jika anda satu kota dengannya, namun masih dipisahkan oleh jarak yang cukup jauh antara anda dengannya, maka perdekatlah jarak itu semampu anda.
92. Jika anda bekerja di kota lain, berusahalah untuk menghubunginya dalam setiap kesempatan.
93. Jika anda berada di kota lain, maka tidak cukup jika anda berkunjung sendirian. Karena anak-anak dari anak-anak ibu anda pun menempati tempat yang sama (di hati ibu anda).
94. Dalam banyak hal, anda harus mengalahkan diri anda sendiri dan keinginan nafsu anda pribadi dalam rangka mendahulukan ibu anda.
95. Intropeksi diri anda sepanjang waktu dan periksalah dengan teliti, apakah anda telah benar-benar berbuat baik kepada ibu, atau masih melalaikannya?
96. Jadilah anda orang yang memiliki keyakinan (yang tidak tergoyahkan) selamanya, bahwa apa yang anda perbuat terhadap kedua orangtua anda, kelak akan kembali kepada anda, dengan kebaikan anak-anak anda kepada anda, segera atau nanti.
97. Di saat ibu jatuh sakit, tinggallah bersamanya, awasilah ia dengan segenap perhatian anda.
98. Pujilah selalu gaun yang ia kenakan.
99. Ceritakanlah peristiwa-peristiwa dalam perjalanan anda.
100. Sikapilah keprihatinannya dengan lapang dada. Terimalah kritikannya dengan jiwa besar. Seraplah nasehat-nasehat dan bimbingannya dengan kerendahan hati dan keridhaan.
101. Ajaklah ibu anda bermusyawarah dalam urusan anda.
102. Jika duduk di majelisnya, maka duduklah dengan sopan, sesuai dengan kedudukan dan derajatnya.
103. Pakailah etika makan di hadapannya.
104. Pelajarilah kepribadiannya, dan perlakukan ia sesuai dengan kepribadiannya.
105. Hendaklah anak-anak wanita tidak terlalu sibuk dengan kehidupan keluarganya, sehingga tidak memperhatikan ibunya.
106. Sebagian dari kebutuhan-kebutuhan seorang ibu tidak akan diketahui oleh anak laki-lakinya, maka alangkah baiknya jika anak-anak wanita memperhatikan hal itu, dan memberikan kebutuhan-kebutuhan tersebut kepada ibunya.
107. Ketika anda mengunjungi keluarga ibu, maka jagalah anak-anak anda agar tidak mengganggu perabotan rumah.
108. Ketika anak anda menghancurkan atau merusak beberapa perabotan rumah ibu, maka segeralah anda memohon maaf atas kelalaian anda dalam mengawasi anak anda, dan gantilah barang tersebut dengan yang lebih baik.
109. Selama ibu sakit, jiwanya akan berubah, maka sebaiknya kita menengoknya dan membantu dia agar dapat melalui ujian ini.
110. Jika anak cucu ibu anda banyak maka alangkah baiknya disusun jadwal kunjungan kepadanya, agar tidak merepotkan ibu anda.
111. Bagi orang yang memiliki anak-anak yang banyak, hendaklah ia memilih tempat yang tepat (untuk pertemuan).
112. Wakaf atas nama ibu.
113. Disarankan setiap anak menyadari kelebihan masing-masing yang disukai oleh ibunya, lalu dengan kelebihannya itu masing-masing melayani dan membantu ibu mereka dengan potensi yang ada pada mereka.
114. Sering-seringlah mengunjunginya, karena seorang ibu tidak akan bosan melihat anak-anaknya.
115. Berilah ibu anda perangkat komunikasi modern.
116. Jika ibu anda memiliki HP, kirimkanlah ungkapan yang indah melalui pesan atau SMS.
117. Ketika ibu telah berusia lanjut, anda dapat mengumpulkan hadiah-hadiah untuk diberikan kepada sekelompok teman-temannya.
118. Ketika menghubungi ibu melalui telephon, maka ucapkanlah salam terlebih dahulu, jangan tergesa-gesa untuk langsung berbicara.
119. Terapkanlah etika berbicara ketika anda berada di majelisnya.
120. Ketika anda baru tiba dari suatu perjalanan ke sebuah negeri, berikanlah kepada ibu anda suatu hadiah yang anda beli dari negeri tersebut.
121. Bawalah ibu ke tempat-tempat di mana ia lahir dan tumbuh dewasa, atau ke tempat-tempat khusus dimana ia meniti hari-hari pertama pernikahannya.
122. Mendidik saudara-saudara kita tentang keutamaan berbuat baik kepada ibu.
123. Ketika kedua orangtua anda berpisah, dan salah satunya meninggalkan yang lain, maka janganlah anda berbuat sesuatu yang tidak disukainya.
124. Ketika timbul beberapa masalah keluarga dalam rumah tangga, maka berikanlah solusi praktis dengan cara diplomatik untuk menyelamatkan biduk rumah tangga.
125. Ketika ibu menikah lagi setelah berpisah dengan ayah, maka hormatilah suami ibu.
126. Ketika ibu menikah lagi setelah berpisah dengan ayah, maka tinggikanlah kedudukannya.
127. Hubungilah orang-orang yang sulit menghubungi ibu, dan biarkan ibu berkomunikasi dengan mereka.
128. Di usia lanjutnya, kasihilah ia yang telah lemah.
129. Jika ibu mengungkapkan pandangan yang berbeda dengan anda, janganlah anda memaksakan diri anda dan pikiran anda sendiri kepadanya.
130. Jika ibu anda berlangganan beberapa majalah, maka berlanggananlah majalah yang cocok dengannya, lalu berikanlah kepadanya.
131. Berikanlah uang kepadanya setiap waktu dan kesempatan, jangan biarkan beliau meminta dari anda.
132. Belikanlah barang-barang keperluannya, dan jangan anda mengambil uang pembelian darinya.
133. Buatkanlah sebuah rekening bank khusus untuknya, dan ajarkanlah bagaimana mengoperasikan mesin ATM.
134. Jika anda melakukan kesalahan yang berkaitan dengan hak ibu anda, maka mintalah seseorang yang paling mulia di sisi ibu untuk menjadi penengah  antara anda dan ibu.
135. Ketika ibu memasuki usia tua, janganlah anda melontarkan julukan-julukan baginya yang membuat ia merasakan keuzuran, seperti julukan “nenek-nenek” atau “manula”.
136. Jika anda melihat perbuatan ibu yang tidak pantas dalam kehidupan rumah tangga dengan ayah, maka janganlah anda memberikan saran secara langsung.
137. Fikirkanlah selalu sarana-sarana baru untuk mendapatkan keridhaan ibu anda.
138. Janganlah anda terpaku pada satu cara tertentu saja dalam berbuat baik kepada ibu anda, akan tetapi jadikan seluruh aktivitas anda untuk berbuat baik kepadanya.
139. Apapun tindakan, ide, atau pandangan ibu, janganlah anda menyepelekannya, baik secara terang-terangan atau diam.
140. Janganlah anda memutus pembicaraannya atau menyela selama pembicaraan masih berlangsung. Janganlah anda berkata-kata kepada orang lain sementara ibu anda sedang berbicara kepada anda.
141. Tela’ahlah selalu hadits-hadits yang menerangkan keutamaan berbuat baik kepada ibu, dan tela’ah pula riwayat hidup mereka yang bebruat baik kepada ibu.
142. Jika anda melihat orang yang telah tertimpa bencana dengan menyakiti ibunya, maka ucapkanlah:
Alhamdulillahil ladzi ‘aafaanii mimmaa ibtalaahu bih.
“Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari cobaan yang menimpanya.”
143. Di majelisnya, janganlah anda membelakangi ibu, atau menjauh dari hadapannya, atau rela menjadi orang terakhir yang datang paling belakang.
144. Jika ibu anda ingin berjalan, maka sodorkanlah sandalnya, dan berjalanlah anda di sampingnya.
145. Janganlah anda menjadi orang yang terakhir mengetahui berita tentang ibu anda, atau orang terakhir yang mengucapkan selamat kepadanya.
146. Ketika ibu memarahi anda atau kesal kepada anda, maka janganlah anda menjawabnya, atau menjelaskan situasi anda kepadanya saat itu juga.
147. Sebagian ibu ada yang cepat marah, maka bersabarlah anda.
148. Tulislah sifat-sifat ibu anda dalam sehelai kertas, kemudian tulislah cara yang baik dalam menyikapinya agar berkenan di hatinya.
149. Renungkanlah orang-orang di sekitar anda. Lihatlah bagaimana orang yang sudah tidak memiliki ibu.
150. Ketika ibu anda sakit, tangguhkanlah perjalanan anda.

Senja Jingga: Goresan Cinta untuk Sosok Ketulusan(ibu)

Senja Jingga: Goresan Cinta untuk Sosok Ketulusan(ibu): Hari ini terasa spesial bagiku.Angin yang dingin menyambutku dipagi ini...seperti biasa aku ambil leptop dan langsung terbang ke dunia may...

Rabu, 21 Desember 2011

Goresan Cinta untuk Sosok Ketulusan(ibu)


Hari ini terasa spesial bagiku.Angin yang dingin menyambutku dipagi ini...seperti biasa aku ambil leptop dan langsung terbang ke dunia maya.Namun ada hal yang membuat hatiku tereyah di beranda FBku..Tertulis kata sederhana,tapi kata itu begitu kuat menerpa hatiku..Aku terus-menerus  tatap lanyar laptopku dan semakin banyak kalimat indah yang terangkai dari kata itu.
kata itu adalah IBU.
Doa wanita itu lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki.
Ketika ditanya kepada Rasulullah SAW akan hal tersebut, jawab baginda ,
“Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”
Subuhanallah betapa istimewanya sosok ibu dalam hidup ini.Ingin rasanya aku lukis senyum ketulusan Ibu di atas awan sana,aku rangkai rasi bintang membentuk namanya.dan aku gapai butir-butir cahaya  mentari mewakili betapa terang kasih dan sayangnya.Ribuan lembar kertas belum cukup rasanya untuk menuangkan keistimewaan sosok ketulusan intu.Dia yang mengadungku lewat rahimnya.Ar-Rahim(Kasih sayang).
Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya,maka beristighfarlah para malaikat untuknya.
Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.
Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.

Ibu aku menrindukanmu.Jauh di relung hatiku tersirat kuat kata itu.Ditempat ini yang terlihat hanya aku dan bayanganku,namun aku sadar ditempat ini aku tidak sendiri karena ada Allah,malaikat,dan untaian doa ketulusan dari ibu.Sebagai seorang mahasiswa yang jauh merantau dari kampung halaman,yang pasti sering kerinduan kepada ibu, ayah, keluarga dan kampung halamam menyelinap kuat disetiap jengkal hatiku.Ketika rindu itu datang menyapaku tidak jarang bulir-bulir air mata mengalir deras di pipiku.IBU sosok itulah yang teramat aku rindukan.Dialah yang mengajarkan aku mengenal Allah,dialah yang mengajarkan aku untuk merasakan cinta dan kasih sayang.Dialah yang mengajarkan aku berbicara.Dialah yang menenangkan aku dikala tangis mengalun diwajahku,dialah yang nenopang aku saat aku tidak mampu berdiri.dan dialah segalanya bagiku..
Apabila semalaman seorang ibu tidak tidur dan memelihara anaknya
yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT.
Ibu malaikatku.Godaan kota besar terkadang menyeretku pada jurang yang siap membunuh hati dan jiwaku.Sering rasanya lidah ini berkata kasar pada sosok ketulusan itu,sering tingkah ini menggores luka yang teramat dalam di hati ketulusan itu.
Betapa meruginya raga ini yang menyadari jauh ditempat sana sosok ibu dan ayah sedang  berjuang gigih untuk kuliahku.Berusaha menahan lelah demi biaya kuliahku.Menahan ridu yang teramat dalam padaku.Bahkan setiap hari mereka selalu dibebani untaian pikiran tentang keadaan diriku disni.Tapi apa yang telah jiwa dan raga ini lakukan?.Jiwa dan raga ini berpoya-poya,bermalas-malasan,ketawa lepas dikota besar ini.apa raga diri ini sedang kehilangan hati?.
Ya Allah…Engkau pimilik hati dan raga ini.Jagalah hati dan raga ini Ya Allah agar tidak jatuh pada semur dosa yang menyesatkan.
Ya Allah hamba menyadari sesunggunya engkaulah yang sebenarnya raga dan hati ini rindukan.
Ya Allah…Engkaulah yang memghembuskan rasa cinta,kasih dan sayang pada orangtua.
Ya Allah......Limpahkanlah selalu kebahagiaan dan kebaikan dunia akherat pada kedua orang tua hamba.karena hanya doa yang bisa hati dan raga ini persembahkan pada mereka saat ini.
Ya Allah berilah kedua orang tua hamba Surga yang yang teramat indah..
                            SELAMAT HARI IBU…

Etika Tidur Dalam Islam


Rasulullah SAW telah mengajarkan kita banyak hal yang patut kita contoh dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika tidur dan bangun tidur.

Sebelum tidur disunnatkan berwudhu' terlebih dahulu. Saat di tempat tidur, disunnatkan pula mengibaskan sperei tiga kali sebelum berbaring, berdasarkan hadits Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah ra bersabda: "Apabila seorang dari kamu akan tidur pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengirapkan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya..." Sesaat sebelum memejamkan mata, ada baiknya kita muhasabah (berintrospeksi diri) atas apa yang telah dilakukan sejak pagi hingga menjelang tidur. Saat kita mengingat telah melakukan perbuatan yang baik, maka hendaknya memuji kepada Allah SWT dan jika sebaliknya maka hendaknya segera memohon ampunan-Nya, kembali dan bertobat kepada-Nya. Ambil posisi badan miring ke kanan saat tidur. Jangan lupa untuk nembaca ayat Kursi, dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah, Surah Al-Ikhlas dan Al-Mu`awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas), karena banyak hadits-hadits shahih yang menganjurkan hal tersebut. Selain itu membaca do`a-do`a dan dzikir yang keterangannya shahih dari Rasulullah SAW, seperti : Allaahumma qinii yauma tab'atsu 'ibaadaka"Ya Allah, peliharalah aku dari adzab-Mu pada hari Engkau membangkitkan kembali segenap hamba-hamba-Mu". Dibaca tiga kali.(HR. Abu Dawud dan di hasankan oleh Al Albani)

Membaca: Bismika Allahumma Amuutu Wa ahya " Dengan menyebut nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup." (HR. Al Bukhari). Apabila di saat tidur merasa kaget atau gelisah atau merasa ketakutan, maka disunnatkan (dianjurkan) berdo`a dengan do`a berikut ini : " A'uudzu bikalimaatillaahit taammati min ghadhabihi Wa syarri 'ibaadihi, wa min hamazaatisy syayaathiini wa an yahdhuruuna." Aku berlindung dengan Kalimatullah yang sempurna dari murka-Nya, kejahatan hamba-hamba-Nya, dari gangguan syetan dan kehadiran mereka kepadaku". (HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh Al Albani). Jangan pernah lupa menutup pintu, jendela dan memadamkan api dan lampu sebelum tidur. Dari Jabir ra diriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah  telah bersabda: "Padamkanlah lampu di malam hari apa bila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman". (Muttafaq'alaih).

Berikut adalah hal-hal makruh dalam tidur. Posisi tidur tengkurap adalah makruh. Seperti dikisahkan Abu Dzar ra. "Nabi Muhammad SAW pernah lewat melintasi aku, dikala itu aku sedang berbaring tengkurap. Maka Nabi membangunkanku dengan kakinya sambil bersabda :"Wahai Junaidab (panggilan Abu Dzar), sesungguhnya berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni neraka". (H.R. Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh Al-Albani). Makruh tidur di atas dak terbuka, karena di dalam hadits yang bersumber dari `Ali bin Syaiban disebutkan bahwasanya Nabi SAW telah bersabda: "Barangsiapa yang tidur malam di atas atap rumah yang tidak ada penutupnya, maka hilanglah jaminan darinya". (HR. Al-Bukhari di dalam al-Adab al-Mufrad, dan dinilai shahih oleh Al-Albani).