Minggu, 06 April 2014

MARI BELAJAR MENJADI YANG LEBIH BAIK

Ilustrasi. (nationalgeographic.com)
Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk. Dan Kami meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, “Tuhan Kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; Kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, Sesungguhnya Kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran”. (QS. Al Kahfi: 13-14)

Ayat di atas tidaklah asing bagi kita. Tiap pekan kita baca. Dari Jum’at ke Jum’at yang penuh berkah, kita terlalu sering mengulang-ngulang cuplikan ayat tersebut. Tak hanya dibaca, kita pun menghafalkannya, hingga mentadaburinya agar mampu terinternalisasi dalam hati sebagai inspirasi yang tak pernah surut dalam jalan juang ini. 

 “Sesungguhnya mahasiswa adalah pemuda-pemudi yang memiliki keyakinan kepada kebenaran dan telah tercerahkan pemikirannya serta diteguhkan hatinya saat mereka berdiri di hadapan kezhaliman. Oleh sebab itu, sepatutnya mahasiswa bergerak untuk mengubah kondisi bangsa menuju masyarakat madani yang adil dan makmur.”

Ayat di atas adalah ayat tentang pemuda. Diksi yang Allah gunakan pun khas untuk para pemuda. Begitu mulianya peran para pemuda dalam agama ini, sehingga Allah mengisahkannya khusus dalam Al Qur’an. Jumhur ulama bersepakat jika kisah-kisah dalam Al Qur’an adalah cerita-cerita pilihan. Bukan sekadar komposisi terbanyak dalam Al Qur’an yang dua per tiganya adalah sejarah, melainkan begitulah cara Allah mentarbiyah kita lewat pesan-pesan historis para nabi, rasul, dan kaum beriman di masa lalu. Dan cerita tentang pemuda masuk dalam salah satu kisah yang Allah abadikan dalam Al Qur’an.

Karakteristik pemuda pejuang tergambar jelas dalam ayat itu. Mereka adalah pemuda yang memiliki keteguhan, ketangguhan dan ketabahan dalam perjuangan. Kepahlawanan mereka tak akan sirna dalam ingatan generasi setelahnya. Kita mengenal mereka sebagai “Pemuda Kahfi”. Karena kesabaran mereka menghadapi resiko, Allah memuliakan mereka.

Setidaknya ada tiga kata kerja dalam ayat itu yang menggambarkan karakter perjuangan pemuda Islam. Pertama, “aamanuu” (mereka beriman). Mereka memiliki keyakinan, kedalaman iman, dan keteguhan hati. Kekuatan tekad mereka dalam jalan perjuangan bersumber dari keimanan yang menancap kuat di hati dan jiwa mereka. Adafaktor transenden antara ruh dan Sang Pencipta. Dengan iman yang kuat, maka ketaqwaan yang menjadi perisai utama mereka agar tetap tegar dalam perjuangan. Dengan demikian, tidak ada masalah kedekatan mereka dengan Allah. Mereka rasakan bahwa janji pertolongan Allah begitu tampak dekat. Hingga kemudian Allah menambahkan mereka petunjuk. Mereka terilham sebuah petunjuk pada jalan yang lurus. Allah tunjukkan bagi mereka orientasi perjuangan yang benar dengan disertai gerak langkah perjuangan yang konsisten. Dengan bekal iman yang menyala kuat di hati, mereka tak akan kehilangan arah. Mereka tahu serta memahami ke mana arah perjuangan yang bisa mengantarkan pada ridha Allah. Kemudian Allah pun meneguhkan hati mereka agar tetap kokoh tekad dalam perjuangan dengan basis keyakinan yang mantap.
Kedua, ”qaamuu” (berdiri). Kata “berdiri” biasanya diidentikkan sebagai antitesis dari kata “duduk”. Jadi, karakter perjuangan pemuda Islam ialah ketidakrelaan mereka untuk duduk-duduk santai. Mereka tak menyempatkan dirinya untuk berleha-leha dalam berjuang, memperbanyak istirahat, atau sekadar berpangku tangan. Ada ketidaknyamanan dalam diri mereka saat saudara yang lain sedang berjuang, namun diri mereka tak mampu memberikan kontribusi kongkret. Mereka selalu bangkit dari keterpurukan dan kefuturan yang melanda. Mereka selalu punya semangat saat yang lain lumpuh dan lesu. Mereka rela untuk mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata. Bahkan merasa sangat rugi jika mata terkantuk saat berada dalam medan juang. Mereka selalu menabur dan menebar inspirasi kebangkitan saat yang lain bosan untuk bangkit.

Ketiga, “qaaluu” (berkata). Inilah karakter perjuangan pemuda Islam yang luar biasa. Pemuda selalu deklaratif dalam perjuangan. Mereka tak segan-segan memproklamirkan kebenaran, bahkan saat berada di hadapan pemimpin yang zhalim. Pemuda Islam pun tak henti-hentinya berkreasi dan atraktif dalam bergerak. Mereka tak pernah kehabisan ide dan siasat perjuangan. Mereka tak mau bungkam menyuarakan hak rakyat tertindas. Pemuda pejuang akan terus menuntut perbaikan dan senantiasa berpartisipasi aktif sebagai persembahan setulus-tulusnya bagi umat yang sedang terseok-seok nasibnya. Merekalah para pemuda yang senantiasa bersuara dalam dunia nyata maupun dunia maya via media massa. Karena pemuda selalu bertekad untuk tidak menutup mulutnya karena ketakutan. Tangan mereka pun tak gentar karena ancaman. Mereka senantiasa berbuat, berkarya, serta tidak lunglai lututnya karena ancaman dan penderitaan.

Dalam sebuah kesempatan, Amirul Mukiminin Umar bin Khattab berkata: “jika aku sedang menghadapi masalah besar, maka yang kupanggil adalah para pemuda.”
Tetaplah bergerak! Hingga Allah, Rasul-Nya, dan mukmin yang menyaksikan usaha kita bagi dakwah Islam ini. Mudah-mudahan perjuangan kita bisa istiqamah, terdapat berkah hingga akhirnya nanti husnul khatimah.




Kamis, 03 April 2014

SURAH AL KAHFI dan KEISTIMEWAANNYA...

Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jum’at Dan Kandungan-Nya



Diantara amal yang dianjurkan untuk dikerjakan di malam atau hari Jum’at adalah membaca surat Al Kahfi. Dalam hadits, membaca surat Al Kahfi kadang disebutkan dengan redaksi لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ (malam Jum’at) dan kadang disebutkan يَوْمِ الْجُمْعَةِ (hari Jum’at). Artinya, waktu disunnahkannya membaca surat Al Kahfi dimulai dari tenggelamnya matahari pada hari Kamis hingga sesaat menjelang matahari tenggelam di hari Jum’at. Membaca surat Al Kahfi di rentang waktu itu memiliki keutamaan besar.

Berikut ini 3 diantara keutamaan membaca Surat Al Kahfi di hari Jum’at:

1. Dipancarkan cahaya pada dirinya di hari kiamat kelak, dari kaki hingga ke langit

مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ
"Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya antara dirinya hingga baitul Atiq." (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi, dishahihkan Al-Albani)

2. Diampuni dosanya antara dua Jum’at

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ سَطَعَ لَهُ نُوْرٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءَ يُضِيْءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ
“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.” (Hadits riwayat Ibnu Umar dalam at-Targhib wa al- Tarhib)

3. Diselamatkan dari fitnah Dajjal

مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ
“Barangsiapa hafal sepuluh ayat dari permulaan surat al-Kahfi, maka ia dilindungi dari Dajjal.”(HR. Muslim)

مَنْ قَرَأَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنَ الْكَهْفِ لَمْ يَخَفِ الدَّجَّالَ
“Barangsiapa membaca sepuluh ayat dari permulaan surat al-Kahfi, maka ia dilindungi dari Dajjal.” (HR. Darimi)

Demikian 3 Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jum’at, semoga semakin memotivasi kita untuk mengamalkannya. [IK/bsb]

WAKTU MEMBACA AL-KAHFI

Alhamdulillah
Ada hadits yang shahih dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam keutamaan bacaan surat Al-Kahfi di hari Jum’at atau malamnya di antaranya adalah:
a. Dari Abu Said Al-Khudri berkata,
من قرأ سورة الكهف ليلة الجمعة أضاء له من النور فيما بينه وبين البيت العتيق (رواه الدارمي، رقم 3407، والحديث : صححه الشيخ الألباني في " صحيح الجامع، رقم 6471)
“Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum'at, maka dia akan diterangi dengan cahaya antara dia dan ke Bailul Atiq (Mekkah).” (HR. Ad-Darimi, no. 3407, Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albany dalam Shahih Al-Jami, no. 6471)
من قرأ سورة الكهف في يوم الجمعة أضاء له من النور ما بين الجمعتين
(رواه الحاكم، 2 / 399 والبيهقي، 3/249 والحديث: قال ابن حجر في تخريج الأذكار:  حديث حسن ، وقال : وهو أقوى ما ورد في قراءة سورة الكهف)
b. “Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka dia akan diterangi dengan cahaya di antara dua Jum’at.”
(HR. Hakim, 2/399. Baihaqi, 3/29. Hadits ini dikatakan oleh Ibnu Hajar dalam ‘Takhrij Al-Adzkar', hadits hasan, dan ini merupakan riwayat terkuat tentang bacaan surat Al-Kahfi.
Silahkan lihat ‘Faidhul Qadir, 6/198. Dishahihkan oleh Syekh Al-Albany dalam Shahih Al-Jami, no. 6470.
c. Dari Ibnu Umar radhiallahu’anhuma berkata, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
من قرأ سورة الكهف في يوم الجمعة سطع له نور من تحت قدمه إلى عنان السماء يضيء له يوم القيامة ، وغفر له ما بين   الجمعتين
“Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi di hari Jum’at, maka akan diterangi dari bawah kakinya sampai ke atas langit. Disinari baginya di hari kiamat, dan akan diampuni diantara dua Jum’at.” Al-Mundziri mengatakan, “Diriwayatkan oleh Abu Bakar bin Mardawaih dalam tafsirnya dengan sanad standar. (At-Targhib wat Tarhib, 1/298)
Surat ini dapat dibaca pada malam Jum’at atau hari Jum’at. Malam Jum'at dimulai dari terbenam matahari pada hari Kamis, dan selesai hari Jum'at dengan terbenam matahari. Dari sini, maka waktu bacaannya adalah dari sejak matahari terbenam pada hari Kamis hingga matahari terbenam pada hari Jum'at.
Al-Manawi berkata, “Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam kitab ‘Amalihi’ mengatakan, “Demikian pula, terdapat riwayat ‘Hari Jum'at’ dan dalam redaksi lain ‘Malam Jum'at’. Maka pemahamannya dapat digabungkan bahwa maksudnya adalah sehari dengan malamnya, atau malam dengan harinya." (Faidhul Qadir, 6/199)
Al-Manawi menambahkan juga, “Dianjurkan membacanya pada hari Jum'at begitu juga pada malamnya sebagaimana ditegaskan oleh Syafi’i rahimahullah.” (Faidul Qadir, 6/198)
Tidak ada hadits shaieh terkait dengan bacaan surat Ali Imran pada hari Jum'at. Semua periwayatan akan hal itu adalah lemah atau palsu.
“Dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma berkata, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
من قرأ السورة التي يذكر فيها آل عمران يوم الجمعة صلى الله عليه و ملائكته حتى تحجب الشمس (رواه الطبراني في " المعجم الأوسط، 6/191، والكبير، 11/ 48)
“Barangsiapa membaca surat yang disebut Ali Imran pada hari Jum'at, maka para Malaikat akan mendoakan (shalawat) kepadanya sampai matahari tertutupi.” (HR. Thabrani, dalam Mu’jamul Ausath, 6/191 dan dalam Al-Kabir, 11/48)
Hadits ini lemah sekali atau palsu.
Al-Haitsami mengatakan, “Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Mu'jam Ausath dan Al-Kabir; Di dalamnya terdapat perawi Thalhah bin Zaid Ar-Raqi. Beliau sangat lemah. (Majma Az-Zawaid, 2/168)
Ibnu Hajar berkomentar, “Thalhah lemah. Ahmad dan Abu Daud mengaitkannya dengan (hadits) pemalsuan (hadits)." (Silahkan melihat Faidul Qadir, 6/199)
Syekh Al-Albany mengatakan, “Hadits ini palsu. Silahkan lihat hadits no. 5759 dalam kitab Dhaif Al-Jami. Di antaranya apa yang diriwayatkan oleh At-Taimy dalam kitab At-Targhib, "Barangsiapa membaca surat Al-Baqarah dan Ali Imran pada malam Jum'at, maka dia akan mendapatkan pahala seperti antara Baida’, yakni bumi ketujuh, dan ‘Aruba, yakni langit ketujuh." (Al-Manawi mengatakan, aneh dan lemah sekali." (Faidhul Qadir, 6/199)
Wallahua’lam
KANDUNGAN SURAH AL KAHFI

Surah al-Kahf (18) seperti surah-surah lain al-Qur’an memiliki banyak keutamaan dan tipologi yang khas. Keagungan dan keutamaan surah al-Kahf telah dinukil dalam banyak riwayat dari Rasulullah Saw dan para Imam Maksum As. Keutamaan itu seperti bahwa terdapat tujuh puluh ribu malaikat yang melepas kepergiannya tatkala diwahyukan; atau barang siapa yang membacanya pada hari Jum’at maka Allah Swt mengampuninya hingga Jum’at berikutnya dan barang siapa yang membaca surah al-Kahf pada setiap malam Jum’at maka ia mati syahid ketika meninggal dunia dan kelak dibangkitkan dengan para syahid dan masih banyak lagi keutamaan yang lain.
Ajaran-ajaran dan kandungan-kandungan surah ini dimulai dengan puji dan pujaan kepada Allah Swt dan berakhir dengan iman dan amal saleh. Ayat-ayat ini lebih banyak bercerita tentang mabda (hari permulaan), ma’âd (hari akhirat), berita gembira terhadap pelbagai karunia dan ancaman terhadap azab-azab kiamat.
Di antara poin menarik pada surah ini adalah menyinggung tentang tiga kisah: Pertama, kisah Ashab al-Kahf. Kedua, kisah Musa dan Khidir. Dan ketiga, kisah Dzulqarnain


Ref//  http://islamqa.info/id/10700
http://www.bersamadakwah.com/2013/05/3-keutamaan-membaca-surat-al-kahfi-di.html
http://www.islamquest.net/id/archive/question/fa20314