Kamis, 12 April 2012

Pemuda dan Dinamika

 Pemuda adalah generasi baru yang sudah selayaknya,untuk menggantikan generasi tua yang merusak...
Hari ini akau liat orang2 disekelilingku yang sebagian besar  adalah para pemuda lebih tepatnya mahsiswa.Tapi apakah sekarang kategori pemuda pengganti pembawa kemakmuran untuk Indonesia itu layaknya diembankan pada para mahasiswa yang pola pikirnya seperti ini,ya mahasiswa*Sebagian dari mereka akan meritih saat tertekan,tapi akan menindas saat berkuasa*.Pemainan2 kekuasaan sangatlah kental,sungguh gambaran yang eronis.Tapi disisi lain ada masiswa yaang benar-benar luar biasa dedikasinya,namun sayang ada saja kritikan pedas yg menyerangnya.Kritik Nato,manyalahkan dan KOMENTAR tidak lepas dari dalam diri pemuda dan masiswa,yaa sebenarnya kritik dan komentar tidak selalu salah dan tidak selalu tepat.Akan lebih baik bila kita sertai dengan tindakan yang nyata...

Yea..itulah gambaran  keadaan kampus yang aku alami sekarang.Terkadang aku merasa pemuda-pemudanya hanya bisa berkomentar dan memandang suatu keadaan itu hanya dari satu sudut kehidupan, padahal di dunia ini masih banyak sudut yang menunggu mata kita utuk melihatnya.Kita jangan dulu bilang sebuah sungai itu dangkal dan tidak ada buaya atau sebaliknya,jika kita hanya  melihatnya dari kejauhan dan di kegelapan malam.
Menurut saya jarak yang paling jauh itu bukan dari kutub utara ke kutub selatan,Tapi dari telinga ke hati kita.Ruang yang terluas itu bukanlah  jagad raya,tapi dari mata ke pikiran kita.

Banyak orang-orang yang berargumen dan beropini,tapi mereka tidak mengkaji lebih dahulu apa yang mereka cetuskan.Hanya mengambil kesimpulan praktis dan singkat lalu melemparnya ketempat hal yang menurutnya tidak sesuai.padahal masih banyak sudut-sudut yang masih belum tertafsir oleh kita.


Iya sederhanya saja,kebanyakan orang koar-koar  mengeritik ini tidak benar,ini tidak sesuai dan ini salah,tapi hanya sedikit dari mereka yang mau bertindak  untuk mengubah ketidak sesuai itu.Yang ada malah mereka semakin menambah masalah.Teman kampus aku bilang*Lebih baik terasing  daripada bertahan dalam kemunafikan*,Tapi bagiku *Lebih baik bertindak daripada harus membiarkan kemunafikan itu terus menari-nari dalam pikiranku*.

Banyak pemuda memilih Filsafah hidup bambu,yang hidupnya dinamis mengikuti kemana arah angin berhembus.Bahkan angin terkadang mebuat batang-batang bambu itu saling berbenturan hingga membuat batangnya retak.Tapi dalam Prinsif  hidup, saya lebih memilih utuk hidup seperti pohon beringin ,yang hidup kokoh siap untuk menentang arah angin.Saya tahu terkadang kautnya angin akan mematahkan dahan-dahan saya,tapi saya yakin  akan ada tunas baru yang akan tumbuh mengantikan dahan yang patah tersebut.

Mungkin ini terdengar  aneh bagi anda.Dalam pikiran saya jika kita hanya diam dan terus-menerus  mengikuti keadaan yang berlarut-larut tanpa bertindak untuk meperbaikinya.maka kita tidak akan pernah tahu,kesempatan terbaik apa yang sedang menanti dan tersedia dari  Tuhan untuk kita .Adakalanya kedinamisan hidup terkadang mebuat kita semua terpenjara kuat dalam sangkar skenario politik yang disutradarai oleh para pengusa-penguasa zhalim.Jika kita tidak jeli dan hanya diam bagaimana bisa kita menemukan kuci sangkar itu dan bagaimana bisa kita bisa terbang lepas menjadi generasi emas  untuk Agama,dunia,Negara.

Saya menemukan subuah hadist yang sangat luar bisa menurut saya pribadi.
Dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Ada tujuh golongan yang bakal dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, Pemimpin yang adil, Pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah),  Seseorang yang hatinya bergantung kepada masjid (selalu melakukan shalat berjamaah di dalamnya), Dua orang yang saling mengasihi di jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, Seseorang yang diajak perempuan berkedudukan dan cantik (untuk bezina), tapi ia mengatakan: “Aku takut kepada Allah”, Seseorang yang diberikan sedekah kemudian merahasiakannya sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang dikeluarkan tangan kanannya, dan Seseorang yang berdzikir (mengingat) Allah dalam kesendirian, lalu meneteskan air mata dari kedua matanya.” (HR Bukhari)
Hadits ini cukup dan sangat jelas untuk kita mengerti. Bahwa  ada 7 golongan yang Allah SWT akan memberikan naungannya. Dalam golongan-golongan tersebut ada satu yang membuat saya menulis kali ini. yaitu golongan “Pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah)“.
Dari sekian banyak golongan, dalam hadits tersebut Rasulullah menjadikan pemuda sebagai salah satu golongan tersebut. Mengapa? inilah yang membuat saya juga bertanya. Mungkin bisa kita refleksikan di zaman-zaman sebelumnya. Bagaimana peran pemuda dalam zaman tersebut.
Di zaman Rasulullah ada seorang pemuda yang menjadi panglima perang ditengah sahabat-sahabat senior, beliau adalah Usamah bin Zaid. Peperangan yang dipimpinnya memberikan kemenangan untuk umat muslim.
Lalu Imam Syahid Hasan Al-Bana pun pernah mengatakan “Sejak dulu hingga sekarang, pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya. Dalam setiap pemikiran, pemuda adalah pengibar panji-panjinya”.
Bahkan Presiden pertama Indonesia Soekarno sepaham dengan Imam Syahid Hasan Al-bana dengan mengatakan “Berikan saya Sepuluh Orang Pemuda, maka akan saya gemparkan dunia”.
Sebegitu hebatnya pemuda, hingga Rasulullah mengirimkan seorang Usamah bin zaid dalam sebuah pertempuran. Lalu sangat yakinnya Hasan Al-Banna dan Soekarno dengan para pemuda untuk menjadi perubahan.
Lalu bagaimana kita sebagai pemuda saat ini? Saya mulai bertanya, pemuda perubahan itu siapa? apakah pemuda yang selalu mefoya-foyakan hidupnya? Apakah pemuda yang larut dalam pergaulan yang kebablasan? Apakah pemuda yang mengagung-agungkan free sex? Apakah pemuda yang sakau dengan narkotika dan obat-obatnya? Apakah pemuda yang senantiasa bermaksiat kepada Allah?
Jawaban itupun ternyata terjawab sudah oleh hadits Rasulullah yaitu “Pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah)“.
Beberapa ulama menggolongkan peranan pemuda Islam seperti di bawah ini :
1. Pemuda sebagai Generasi Penerus
Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun pahala amal mereka. (QS. Ath-Thur : 21)
2. Pemuda sebagai Generasi Pengganti
Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintainya (QS. Al-Maidah : 54)
3. Pemuda Sebagai Generasi Pembaharu (Reformer)
Ingatlah ketika ia (Ibrahim-pen) berkata kepada bapaknya : �wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong sedikitpun (QS. Maryam : 42)

Perbedaan jarak dan waktu bukan alasan bagi kita untuk menjadi generasi yang lemah. Contoh saja Yahya Ayyash, Imad Aqil, Izzudin Al Qasam, dan pemuda-pemuda Palestina lainnya, berkat ketangguhan, kesungguhan dan kedekatannya dengan Allah menjadikan mereka seorang mujahid muda Begitu juga dengan pemuda lainnya di berbagai tempat dan zaman.

Semoga kita menjadi pemuda tersebut sehingga kita menjadi agen-agen perubahan yang ke arah lebih baik untuk negeri dan umat ini. Amin. Wallahu a’lam.
Sahabat-sahabat ku.Coba buka dua telapak tangan kita,liatlah disana ada emas dan mutiara yang berbinar-binar yang sedang menunggu kita menebarnya kesemua sudut dunia.Kita adalah generasi emas,kita adalah mutiara-mutira harapan bagi agama,dunia,dan negara.Semangat kita,prestasi kita,jadikanlah kita generasi yang mebanggakan.
Sahabat Dunia tidak cukup hanya dengan komentar kita,tidak berimbas hanya dengan tangis iba kita,tidak berarti besar bila hanya dengan Doa kita.Tapi semua akan jadi mimpi yang sempurna bila dengan tindakan nyata kita semua.

*Maaf ya bila tulisan ini mebuat ketidak nyamanan hati pembaca,ini hanya sekedar tulisan motivasi buat teman-teman pembaca saja.Silahkan mengikuti bila menurut pembaca benar,tapi silahkan beri arahan bila ini menurut anda salah. U_U..HeHeHe